alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembunuhan Ayah-Anak, Polisi Buru 2 Pembunuh Bayaran Lain

Agus Warsudi
Pembunuhan Ayah-Anak, Polisi Buru 2 Pembunuh Bayaran Lain
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kiri) dan Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Iksantyo Bagus. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi memburu dua pembunuh bayaran yang masih berkeliaran setelah membunuh ayah dan anak, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana.

"Dua pelaku sudah ditangkap di Lampung. Sekarang tinggal mencari dua pelaku lagi," kata Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/8/2019).

Kedua pelaku yang ditangkap yaitu A dan S. Mereka ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Lampung kemarin. Sedangkan dua pembunuh bayaran yang belum tertangkap berinisial Ro dan Al.



Rudy mengemukakan, perburuan terhadap dua eksekutor lainnya ini akan bekerja sama dengan tim dari Polda Metro Jaya. "Kami bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap pelaku. Kemungkinan di Lampung," kata Rudy.

Selain memburu dua pembunuh bayaran yang masih berkeliaran, polisi juga akan menelusuri jejak digital dari dua tersangka AK dan KV. Polisi telah mengantongi barang bukti untuk melacak jejak digital kedua tersangka dalang pembunuhan itu.

"Jejak digital kami lacak. Semuanya ada di situ," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksanto Bagus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/8/2019).

Polisi menemukan alat bukti berupa alibi AK seusai menghabisi nyawa suami dan anak tirinya. AK mengirim pesan WhatsApp kepada suaminya dengan berpura-pura menyebut ada kebakaran di kamar Dana. "Ada memang pura-pura nge-WA di HP-nya nanyain," kata Iksanto.

Iksanto mengatakan penelusuran jejak digital ini juga untuk mengungkap komunikasi AK dengan empat pembunuh bayaran.

Diketahui, pembunuhan keji ini didalangi oleh AK (38) yang merupakan istri muda dari Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili sekaligus ibu tiri korban M Adi Pradana alias Dana. AK turut serta mengajak pemuda berusia 25 yang diakui anaknya KV.

AK mengaku menyewa empat pembunuh bayaran asal Lampung untuk menghabisi korban Edi Chandra dan Adi Pradana alias Dana dengan Rp500 juta. Namun keempat pembunuh bayaran baru mendapatkan upah Rp100 juta dari AK.

Korban Edi Chandra dan Dana dihabisi pembunuh bayaran di sebuah kawasan di Jakarta. Kemudian eksekutor meninggalkan jasad korban dan mobil Calya hitam B 2983 SZH di SPBU Cirendeu, Tangerang.

Selanjutnya, AK dan KV membawa jasad dan mobil Calya hitam itu ke Kampung Bodong, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi ini, AK dan KV membakar mobil berisi jasad kedua korban. (BACA JUGA: AK, Dalang Pembunuhan Suami-Anak Tiri Dapat Pembunuh Bayaran dari Pembantu)



(awd)