alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ingatkan soal Era 4.0, Kang Toleng Ajak Mahasiswa Kreatif-Inovatif

Agung Bakti Sarasa
Ingatkan soal Era 4.0, Kang Toleng Ajak Mahasiswa Kreatif-Inovatif
Anggota DPRD Jabar terpilih Rahmat Hidayat Djati memberikan pemaparan tentang revolusi industri 4.0 di hadapan ribuan mahasiswa baru Unsika, Selasa (27/8/2019). Foto/Istimewa

KARAWANG - Anggota DPRD Jawa Barat terpilih periode 2019-2024, Rahmat Hidayat Djati meminta mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Permintaan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kang Toleng itu di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Unsika, Selasa (27/8/2019).

"Era ini adalah era postmodern, serba cepat. Karenanya, mahasiswa sebagai aset bangsa dan agen pembaharu harus benar-benar mempersiapkan diri, baik secara intelektual maupun spiritual dengan cara belajar sungguh-sungguh," kata Kang Toleng di hadapan 4.300 mahasiswa baru Unsika.



Dia memaparkan satu per satu generasi yang ada di Indonesia sebelum generasi milenial yang saat ini tengah menghadapi era 4.0 tersebut.

Pertama, ujar Kang Tolong, generasi baby boomers, yakni generasi yang lahir antara tahun 1940 hingga 1960-an. "Tantangan generasi ini adalah fisik karena sempat mengalami zaman pertempuran fisik," ujar dia.

Kedua, generasi X, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1960 hingga 1980. Menurut Kang Toleng, generasi X mendapatkan tantangan terkait pendewasaan sikap.

"Terakhir, generasi milenial yang lahir tahun 1980-ke atas dengan tantangan berupa teknologi informasi," ungkap Kang Toleng.

Bagi generasi milenial, lanjut dia, kemajuan teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan. Bahkan, hanya dengan sekali sentuh, mereka bisa mewujudkannya, sepertinya lewat bantuan aplikasi dalam telepon pintar.

"Namun, dengan teknologi informasi yang semakin canggih ini, generasi milenial harus waspada agar tidak keluar dari jati diri bangsa. Ini yang jadi persoalan," tutur dia.

Adapun ciri dari generasi milenial, tambah Kang Toleng, adalah bisa berfikir out of the box, kaya dengan gagasan, dan mampu mengomunikasikannya dengan baik.

Generasi milenial juga termasuk generasi kreatif, salah satu buktinya adalah tumbuhnya industri kreatif dan starup dalam beberapa tahun ke belakang ini.

"Namun, negatifnya, minat baca generasi milenial masih rendah. Mereka cuma bisa membaca melalui smartphone tanpa mau menambah pengetahuan sejarah dari buku-buku lainnya. Sehingga banyak generasi milenial yang termakan info hoax," ungkap Kang Toleng.

Oleh karena itu, Kang Toleng berharap, mahasiswa tak cukup hanya dengan menimba ilmu di bangku kuliah, namun juga harus rajin membaca, diskusi, refleksi, dan mengamalkan ilmu sesuai dengan konteksnya.

"Insya Allah, jika itu dilakukan, kalian semua menjadi mahasiswa yang bernilai untuk kemajuan bangsa dan negara ini," pungkas dia.



(awd)