alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bantu Program Pemerintah, 6.000 Rumah Bersubsidi Dibangun di KBB

Adi Haryanto
Bantu Program Pemerintah, 6.000 Rumah Bersubsidi Dibangun di KBB
Kepala Bank BTN Cimahi Saniman secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada salah seorang penghuni perumahan bersubsidi di Bentang Residence Village, yang berlokasi di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, Selasa (24/7/2018). Foto/SINDOnews/Adi Har

BANDUNG BARAT - Sebanyak 6.000 unit rumah bersubsidi telah dibangun di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Rumah yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini merupakan bagian dari proyek untuk membantu program pemerintah.

"Perumahan bersubsidi di Bandung Barat telah ada sebanyak 6000 unit. Sejauh ini, BTN menjadi salah satu bank yang fokus pada program sejuta rumah dari pemerintah dengan porsi mencapai 95%," kata Kepala Bank Tabungan Negara (BTN) Cimahi, Saniman saat serah terima rumah kepada pemiliknya yang dibangun oleh PT Bentang Anugrah Abadi Developer di Jalan Cireundeu, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, Selasa (24/7/2018).

Saniman menyebutkan, rumah bersubsidi ini diperuntukkan untuk keluarga atau warga yang belum memiliki rumah atau pemilik rumah pertama. Dari segi penghasilan mereka adalah pekerja yang memiliki penghasilan tidak lebih dari Rp4 juta.



Rumah subsidi ini bertipe 30 dengan luasan tanah 60 meter persegi, sementara untuk jangka waktu kredit mencapai 20 tahun. "Bagi pengembang yang ingin membuat perumahan bersubsidi ini tetap harus sesuai aturan dan dengan jangka waktu cicilan 20 tahun," timpalnya.

Sementara itu perumahan Bentang Residence Village yang sudah dibangun oleh PT Bentang Anugrah Abadi Developer ada sebanyak 70 unit dan sisanya masih terus dibangun.

Direktur Utama PT Bentang Anugrah Abadi Developer, Raimerti mengungkapkan, pembangunan perumahan Bentang Residence Village sebagai salah satu dukungan pada pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) KBB.

Khususnya dalam program sejuta rumah membangun rumah bersubsidi yang bernuansa pedesaan. "Kami miliki luas 6 hektare terdiri dari 37 unit rumah subsidi dan 120 unit hunian komersial," tuturnya.

Pihaknya juga menyediakan fasilitas sarana prasaran, seperti listrik, air, masjid, pertokoan, dan jaringan tv kabel, serta keamanan 24 jam. Untuk cicilan per bulan Rp800.000 dengan uang muka Rp6,5 juta.

Ketika disinggung memilih lokasi di Jalan Cirendeu, Desa Jayamekar, Raimerti mengatakan karena lokasinya yang strategis dengan ruang kerja (pabrik). "Dalam dua bulan ini kami targetkan juga dapat terjual 90 unit," pungkasnya.



(sms)

Berita Terkait