alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bangun Jabar, Ridwan Kamil Siap Kerja Sama dengan DPRD

Agung Bakti Sarasa
Bangun Jabar, Ridwan Kamil Siap Kerja Sama dengan DPRD
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri Penyerahan salinan Surat Keputusan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jabar di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap bekerja sama dengan seluruh anggota DPRD Jabar yang baru dalam menjalankan roda pemerintahan di Jabar.

Gubernur yang akrab disapa Emil itu pun meminta semua pihak melupakan persaingan politik yang sempat menyeruak di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 lalu.

Meski DPRD Jabar kini dikuasai oleh partai politik (parpol) yang menjadi rival parpol pengusungnya di Pilgub Jabar 2018, yakni Partai Gerindra dan PKS, namun Emil menegaskan, persaingan politik sudah usai dan kini saatnya membangun Jabar bersama-sama.



"Jangan membahas lagi masalah yang lalu. Biasakan setelah kompetisi selesai, kota duduk bersama lagi untuk membahas apa yang bisa dikerjakan bersama-sama," kata Emil seusai Penyerahan Salinan Surat Keputusan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jabar di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019).

Emil pun memastikan siap menerima kritik membangun jika kebijakan dan gagasannya dinilai tidak sesuai harapan masyarakat Jabar. Bahkan, tidak hanya dari Gerindra dan PKS, Emil juga siap menerima kritikan dari semua parpol di DPRD, termasuk masyarakat Jabar.

"Tidak hanya dua partai, mau kritikan dari partai pengusung, bukan pengusung, dari masyarakat, dan dari manapun, selama itu kritik membangun itu sangat dibutuhkan," ujar dia.

Emil menuturkan, tanpa kritikan, dirinya tidak akan mengetahui apakah kebijakannya dalam membangun Jabar sesuai harapan masyarakat atau tidak. Terlebih, kata Emil, DPRD memiliki fungsi pengawasan dan memberikan penguatan kepada masyarakat.

"Kami sangat terbuka. Selama untuk kepentingan masyarakat Jabar kita bisa dialog. Tidak ada lagi istilah pilgub, pileg, pilpres, itu sudah lewat. Yang kita samakan sekarang yaitu langkah menuju Jabar Juara Lahir Batin," tandas Emil.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi mengakui, dengan haluan politik yang berbeda, jalannya pemerintahan di Jabar akan lebih dinamis. Terlebih, Karim pun melihat peluang bagi Gerindra dan PKS untuk mempertahankan posisinya sebagai parpol papan atas di Jabar.

"Ini menarik karena Gerindra dan PKS sekutu politik paling bertahan, baik dalam pilgub dan lain-lain. Sebenarnya, komposisi solid menghadapi kekuatan pengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Ada peluang Gerindra dan PKS mempertahankan dominasinya di Jabar, itu akan jadi motivasi mereka," tutur Karim.

Karim memprediksi, jalannya pemerintahan di Jabar ke depan akan diwarnai sikap-sikap kritis DPRD Jabar terhadap Pemprov Jabar. Bahkan, Karim menyebut, perbandingannya 60 persen kritis dan 40 persen adem ayem. Prediksinya itu diperkuat analisanya dimana kekuatan politik dipicu oleh ketakutan kehilangan kekuasaan atau dukungan.

"Jadi, bisa saja memilih adem ayem, tapi mereka harus siap kehilangan dukungan dan popularitas. Apalagi, itu menjadi modal mereka melaju ke (Pemilihan Umum) 2024," ungkap dia.



(awd)