alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kontrak Dana Repatriasi Bakal Berakhir, Perbankan Harus Lakukan Ini

Arif Budianto
Kontrak Dana Repatriasi Bakal Berakhir, Perbankan Harus Lakukan Ini
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

BANDUNG - Hampir tiga tahun kontrak penyimpanan dana pengampunan pajak atau repatriasi. Tenggang waktu penyimpanan dana di dalam negeri itu segera berakhir.

Praktisi perbankan yang juga aktif di komunitas Asosiasi Bankir Indonesia (ABI) Wira Satria menuturkan, dana repatriasi dari hasil pengampunan pajak akan segera rampung pada akhir 2019.

Karena, sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/2017 tentang Tata Cara Pengalihan Harta Wajib Pajak Ke Dalam Negeri, dana repatriasi dari pengampunan pajak disimpan di dalam negeri paling cepat selama 3 tahun.



Walaupun pengampunan pajak dimulai Juli 2016, namun wajib pajak baru memasukkan dana repatriasi pada akhir 2016. Tercatat, dana repatriasi mencapai lebih dari Rp147 triliun.

Sejauh ini, sebagian besar dari dana itu digunakan untuk keperluan modal kerja, membayar utang wajib pajak, dan diinvestasikan ke pasar saham atau simpanan berjangka yang tersebar di berbagai bank, Manajer Investasi dan perusahaan efek yang ditunjuk.

"Tetapi melihat masa kontrak yang akan segera berakhir, sebaiknya perbankan di Indonesia segera melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah dana repatriasi berpindah ke luar negeri. Bentuknya dengan menawarkan variasi produk investasi kepada nasabah pemilik dana repatriasi," kata Wira, Selasa (13/8/2019).

Selain itu, imbuhnya, perbankan juga bisa melakukan pendekatan secara individual kepada nasabah untuk mengetahui ekspektasi nasabah.

“Harapannya semoga dana tetap bisa bertahan di bank tersebut. Karena dengan berakhir kontrak pemilik dana repatriasi bebas memilih penempatan dana," ujar dia.

Menurut Wira, perbankan harus menawarkan produk investasi yang lebih menarik, sekaligus memberikan sosialisasi kepada nasabah sehingga diharapkan dana nasabah tidak berpindah.

Perbankan juga harus terus berupaya menawarkan produk simpanan berjangka atau investasi lainnya agar dana ini tetap bertahan.

Dia optimistis, dana repatriasi tidak akan keluar secara signifikan. Apalagi sampai mengganggu likuiditas perbankan, bila perbankan menawarkan variasi produk.

“Dengan berbagai produk investasi yang perbankan miliki, saya rasa dana tersebut tidak akan pindah ke luar Indonesia. Namun kemungkinan akan berpindah dari bank buku 3 dan 4 ke bank buku 1 atau 2, mengingat bunga yang ditawarkan bank buku kecil umumnya lebih tinggi," tutur Wira.



(awd)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif