alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ketua PDIP Jabar: Hikmah Idul Adha untuk Penguatan Kebangsaan

Agus Warsudi
Ketua PDIP Jabar: Hikmah Idul Adha untuk Penguatan Kebangsaan
Kader PDIP Jabar foto bersama saat pemotongan sapi kurban di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. Foto/Istimewa

BANDUNG - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jabar Ono Surono menilai Idul Adha atau Hari Raya Kurban atau Lebaran haji merupakan momentum membangun kembali rasa senasib sepenanggungan sebagai sebuah bangsa.

"Kami berharap apa yang kita rasakan dapat dirasakan juga oleh saudara sebangsa se-Tanah Air. Daging kurban merupakan simbol kepedulian, keberpihakan, dan kerelaan untuk berbagi sebagai bentuk kecil apa yang kami maknai sebagai pengorbanan," kata Ono di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).

Perintah berkurban, ujar Ono, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Alhaj ayat 34-35 dan Asshaffat ayat 103-107, esensinya adalah kesediaan untuk tunduk dan patuh kepada perintah Alloh SWT sebagai wujud keimanan. Sebagaimana diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS.



Ono mengemukakan, pada Idul Adha 1440 Hijriah ini, DPD PDIP Jabar berikhtiar menjadikan berkurban sebagai bagian dari merajut kembali solidaritas sosial masyarakat, yang bermuara kepada semakin kokohnya persatuan dan kesatuan Indonesia dan membangun kembali rasa senasib sepenanggungan sebagai sebuah bangsa.

"Kami sadar sepenuhnya, apa yang kami kurbankan hari ini belum sebanding dengan apa yang diteladankan oleh para pendahulu kita untuk hikmat kemerdekaan lewat nyawa, darah, dan air mata," ujar mantan Bupati Majalengka ini.

Khikmat kemerdekaan, tutur Ono, tidak mungkin terwujud tanpa kesediaan berbagi antarelemen bangsa. Spirit Idul Adha sangat terkait dan tepat dengan kebutuhan menguatkan ikatan kebangsaan.

"Berkurban adalah bentuk ibadah sosial yang mengembalikan rasa kemanusiaan kita. Kesediaan, keikhlasan, dan kerelaan berbagi kepada orang yang tidak beruntung," tutur Ono.

"Spirit idul adha sangat terkait dan tepat dengan kebutuhan menguatkan ikatan kebangsaan kita hari ini. Seperti yang Bung Karno sampaikan bahwa, dalam setiap pengorbanan ada kemuliaan," pungkas dia.



(awd)