alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengusutan Dugaan Korupsi di KBN Terkesan Mandek, KPK Dicurigai

Agus Warsudi
Pengusutan Dugaan Korupsi di KBN Terkesan Mandek, KPK Dicurigai
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

JAKARTA - Ketidaktegasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut dugaan korupsi di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero membuat Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi curiga.

Menurut Ucok, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pernah menyampaikan akan mendalami dugaan korupsi di PT KBN setelah menerima laporan dari Front Masyarakat Anti Korupsi (Front MAKI).

Tidak hanya Front MAKI, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Jakarta Utara juga melaporkan dugaan korupsi yang sama ke KPK. Tapi sampai saat ini, Ucok belum melihat ada pemeriksaan terhadap Dirut KBN ST yang diduga terlibat korupsi Rp7,7 miliar di KBN.



"Wajar rakyat curiga kepada KPK. Jangan-jangan kasus dugaan korupsi PT KBN sebesar Rp7,7 miliar dan 20 kasus lain dengan potensi kerugian negara sebesar Rp64,1 miliar macet," kata Ucok dalam keterangan persnya, Selasa (6/8/2019).

Menurut Ucok, KPK sebagai lembaga penegak hukum mestinya menindaklanjuti jika ada laporan tentang dugaan korupsi, termasuk di KBN. "KPK jangan jangan main-main dengan dugaan korupsi KBN," tandas Ucok.

Hal sama juga disampaikan Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) Adri Zulpianto. Menurut Adri, komitmen komisioner KPK dalam hal pemberantasan korupsi diragukan.

Adri meminta Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih untuk mencoret calon pimpinan KPK yang ikut seleksi Alexander Marwata dan Laode Muhammad Syarif karena pekerjaan mereka dalam pemberantasan korupsi diragukan.

Hal ini bisa dilihat dari kasus korupsi KBN yang dilaporkan ke KPK, diduga masih ditahan mereka dan belum dilanjutkan.

"Sebaiknya KPK segera melanjutkan kasus dugaan korupsi di KBN dan jangan takut diintervensi oleh orang kuat karena orang kuat tersebut sudah semakin tua dan sebentar lagi pensiun", ungkap Adri.



(awd)

loading...