alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Juara Baru Piala Indonesia, Persija Jakarta atau PSM Makassar?

KORAN SINDO
Juara Baru Piala Indonesia, Persija Jakarta atau PSM Makassar?
Istimewa

JAKARTA - Persija Jakarta dan PSM Makassar siap mengukir sejarah pada final Kratingdaeng Piala Indonesia 2019 di Stadion Mattoanging, Minggu (28/7/2019). Kedua tim era Perserikatan ini sama-sama belum pernah mengangkat trofi turnamen yang digagas PSSI pada 2005.

Sriwijaya FC sejauh ini tercatat sebagai tim tersukses turnamen yang awalnya bertitel Copa Indonesia tersebut. Laskar Wong Kito mengoleksi tiga trofi tiga musim berturut-turut, yakni 2008, 2009, dan 2010. Setelah itu, ada Arema FC dengan dua gelar pada musim 2005 dan 2006.

Persibo Bojonegoro yang kini berjuang di Liga 3 tercatat sebagai juara terakhir turnamen pada 2012 setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 1-0 di Stadion Sultan Agung Bantul. Ini sekaligus menjadi perhelatan terakhir menyusul dualisme kepengurusan PSSI.



Kini, setelah enam tahun vakum, Piala Indonesia kembali bergulir dan mempertemukan dua tim era Perserikatan di partai final. PSM dan Persija akan kembali berjibaku pada leg kedua di Stadion Mattoangin Makassar.

Kedua tim ini belum pernah mengangkat trofi turnamen yang bergulir perdana pada 2005 tersebut. Rapor kedua tim di Piala Indonesia ini bisa dibilang berbanding jauh. Pencapaian terbaik PSM hanya sampai pada babak 16 besar pada pergelaran terakhir musim 2012.

Bandingkan dengan Persija yang pernah menapaki partai puncak pada musim perdana 2005. Empat belas tahun silam, Ismed Sofyan yang kala itu masih berjuang bersama pemain bintang seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Hamka Hamzah, Hendro Kartiko, Ortizan Salossa, dan Francis Wewengkang nyaris meraih gelar Piala Indonesia. Sayang, mereka harus takluk 3-4 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Pada dua musim berikutnya, Persija gagal melampaui pencapaiannya dan hanya mampu mengamankan peringkat 3. Adalah Persipura Jayapura yang menjadi batu sandungan Ismed dkk secara beruntun sekaligus memupuskan asa melaju ke final.

Kini, Persija kembali dihadapkan pada memori yang sama. Macan Kemayoran sejauh ini di atas angin. Tim Ibu Kota hanya butuh hasil imbang untuk membawa pulang trofi Piala Indonesia untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Kemenangan 1-0 pada leg pertama di SUGBK membuat Ismed dkk selangkah lebih di depan dibandingkan rivalnya. Meski sudah unggul agregat gol dan hanya butuh bermain imbang, Pelatih Persija Julio Banuelos memastikan tidak akan bermain bertahan.

Dia menyebut keunggulan satu gol belum menjadi jaminan membawa pulang trofi mengingat mereka bermain di kandang PSM. Pelatih asal Spanyol itu enggan mengambil risiko untuk mempertahankan keunggulan satu gol. Karena itu, dia memastikan anak asuhnya akan menerapkan permainan menyerang sejak menit pertama dan mengincar gol cepat.

"Persiapan kami sudah sangat baik. Kedua tim sudah saling kenal kekuatan masing-masing dan kami datang dengan keyakinan untuk pertandingan nanti. Kami tidak akan tetap bertahan seperti karakter tim dan akan menyerang," tandasnya.

Keinginan Banuelos agar anak asuhnya bisa mencuri gol cukup didukung statistik. Pada lawatan terakhir di ajang Liga 1 2018, Persija mampu mencetak dua gol di Stadion Mattoanging sekaligus mengimbangi tuan rumah.

Tidak hanya itu, musim ini Ismed dkk selalu mencetak gol pada partai tandang, minus laga kontra Persela Lamongan. Tidak hanya itu, Banuelos yang sempat dipusingkan dengan cedera pemain, sudah bisa memainkan beberapa pilar. "Jika dibutuhkan, Maman Abdurrahman dan Ramdani Lestaluhu sudah siap untuk pertandingan nanti," katanya.

Winger Persija Riko Simanjuntak menyatakan seluruh tim sudah siap mengamankan gelar juara. Menurut dia, waktu sepekan terakhir digunakan untuk mematangkan strategi sekaligus melakukan recoverysebagai persiapan menghadapi legkedua.

"Tentu kami sudah menyiapkan strategi melawan PSM. Kami sangat siap memenangkan pertandingan. Semoga di pertandingan nanti bisa meraih gelar juara di kandang PSM," ujarnya.

Mantan pemain Semen Padang itu juga berharap pengadil pertandingan nanti bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama mengendalikan seluruh pemain dan ofisial yang ada di benchmengingat laga nanti akan berlangsung dengan tensi tinggi.

"Saya berharap pengadil pertandingan memimpin sebaik mungkin agar pertandingan berjalan dengan baik. Wasit harus tegas karena pasti banyak tekanan, terutama dari penonton,” katanya.

Riko juga mengaku tidak masalah dengan tekanan yang akan diberikan suporter PSM. Alasannya, pemain Persija sudah berpengalaman menghadapi teror dari penonton pada setiap pertandingan tandang di semua kompetisi.

"Memang jarak antara penonton dan pemain sangat dekat. Ini berbeda dengan SUGBK. Pasti tekanan dari penonton sangat kuat. Tapi, saya rasa tidak berdampak karena sudah terbiasa dengan kondisi ini. Saya berharap teman-teman di Persija bermain dengan semangat. Ini partai terakhir karena kami datang untuk juara," tandasnya.

Namun demikian, Persija patut waspada dengan rekor laga kandang PSM. Sejauh ini tim Juku Eja belum terkalahkan di Stadion Mattoanging. Catatan ini menjadi modal positif Zulkifli Syukur dkk yang harus mengejar defisit dua gol untuk memastikan gelar juara.

Pelatih PSM Darije Kalezic menyatakan sudah tidak sabar untuk melakoni leg kedua di Stadion Mattoanging. Meski harus mengejar defisit gol, pelatih berpaspor Swiss itu mengaku tidak terbebani dan tetap enjoy. Alasannya, anak asuhnya selalu membukukan lebih dari satu gol saat bermain di kandang.

"Kami selalu mencetak dua gol di kandang dan laga nanti akan berbeda dibandingkan leg pertama. Kami harus bisa membalikkan keadaan. Saya sudah menginstruksikan pemain agar lebih menguasai permainan," tuturnya.



(zik)