alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kantongi Izin, Jasa Medivest Kelola 24 Ton Limbah Medis Perhari

Agung Bakti Sarasa
Kantongi Izin, Jasa Medivest Kelola 24 Ton Limbah Medis Perhari
Incenerator II Plant Dawuan, Karawang, fasilitas pengolahan limbah medis milik PT Jasa Medivest. Foto/Istimewa

BANDUNG - Anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Sarana, PT Jasa Medivest segera mengoperasikan Incinerator II di Plant Dawuan, Kabupaten Karawang, untuk mengelola limbah medis B3 setelah resmi mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Direktur PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari mengatakan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan PT Jasa Medivest telah memenuhi komitmen izin pengelolaan limbah B3 untuk usaha pengolahan limbah B3 Plant II pada Rabu 10 Juli 201.

"Apa yang diupayakan Jasa Sarana melalui PT Jasa Medivest merupakan upaya pelestarian lingkungan, khususnya melalui jasa layanan publik pemusnahan limbah medis secara terpadu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kepercayaan ini," kata Dyah di Bandung, Kamis (11/7/2019).



Menurut Dyah, dengan dikantonginya izin tersebut, maka perusahaan dengan penghargaan proper biru selama tiga tahun berturut-turut ini akan beroperasi dengan kesiapan penuh untuk mengelola limbah medis di Indonesia.

"Ini merupakan komitmen kami sebagai BUMD Jabar untuk meningkatkan pelayanan dalam pengolahan limbah di Jawa Barat, khususnya limbah medis," katanya.

Dyah juga memastikan, pihaknya terus berupaya agar sinergitas antaranak perusahaan terjalin secara profesional. Dia mencontohkan, pembangunan Incinerator II Plant Dawuan, Karawang sebagai bukti sinergitas antaranak perusahaan di bawah naungan PT Jasa Sarana.

"Incinerator milik PT Jasa Medivest merupakan buah karya konstruksi dari PT Jabar Bumi Konstruksi," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Jasa Medivest Ari Putrarto mengatakan, fasilitas Incinerator II milik PT Jasa Medivest kini dapat beroperasi efektif setelah terbitnya izin dari Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS. Dengan begitu, kata Ari, PT Jasa Medivest sudah bisa mengelola 24 ton limbah medis per hari.

"Dalam waktu dekat, kami akan melipatgandakannya seiring dimulainya kontruksi Incinerator III dan IV Plant Dawuan. Sehingga, nanti mampu membakar 48 ton (limbah medis) per harinya," ujar dia.

Ari menerangkan fasilitas incinerator milik PT Jasa Medivest berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air dengan dua proses pembakaran dan ruang pembakaran bersuhu 1000-1200 derajat celcius serta dilengkapi alat kontrol polusi udara.

Mesin pembakaran tersebut mampu menetralkan emisi gas buang, seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, carbon dioksida (CO), dioxin dan furan. Sehingga, gas buang yang dihasilkan memenuhi parameter standar baku emisi internasional.

Pembangunan Incinerator II Plant Dawuan, Karawang sendiri dibangun dengan nilai investasi Rp65 miliar dan konstruksinya dilaksanakan dalam waktu 10 bulan oleh PT Jabar Bumi Konstruksi.



(awd)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif