alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu, Pemprov Jabar Genjot Pembebasan Lahan

Agung Bakti Sarasa
Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu, Pemprov Jabar Genjot Pembebasan Lahan
Terowongan Cisumdawu di ruas Tol Cisumdawu. Foto/Dok SINDOnews

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat menggenjot upaya pembebasan lahan terdampak proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan rampung 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya kini tengah fokus mendorong penyelesaian pembebasan lahan Tol Cisumdawu, agar berlangsung cepat.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) kepada Pemprov Jabar untuk mempercepat pembebasan lahan, terutama di Seksi I (Cileunyi-Rancakalong) dan Seksi II (Rancakalong-Sumedang).



"Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Gubernur. Kuncinya, untuk dua seksi ini ada di konsinyasi lahan," ungkap Iwa di Bandung, Rabu (10/9/2019).

Iwa melanjutkan, saat ini, progres pembebasan lahan di Seksi I sudah mencapai 68 persen, sedangkan sisanya tinggal menunggu pemberkasan. Sementara Seksi II yang sudah mencapai 93 persen tersisa 35 bidang lahan dari total 51 bidang lahan konsinyasi yang belum bersedia dibebaskan. "Untuk yang 16 (bidang lahan) sudah bersedia dilakukan pembayaran dan segera dibebaskan," ujarnya.

Iwa juga menyatakan, pihaknya akan mendorong proses pengajuan konsesi lahan Perhutani yang diajukan oleh Badan Usaha Jalan Tol Cisumdawu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) untuk Seksi IV (Ujungjaya-Dawuan), agar berlangsung cepat. "Lahan Perhutani seluas 160 hektare terkena jalan tol. Ini sedang dalam proses. Kita bantu proses administrasi, termasuk pergantiannya," katanya.

Pihaknya berharap, melalui upaya-upaya tersebut, Seksi I dan II serta Seksi III Tol Cisumdawu bisa dioperasikan akhir 2019 atau awal 2020 mendatang. "Langkah ini pun untuk menopang kemudahan akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Bagus Medi mengatakan, pembangunan fisik Seksi III sepanjang 4 kilometer kini sudah menunjukan progres yang signifikan. "Pembangunan fisik saat ini sudah 74 persen, kami siap di Oktober 2019 selesai," katanya.

Menurut dia, percepatan pembangunan fisik tersebut dilakukan mengingat penguasaan lahan oleh CKJT di Seksi III tinggal 1 persen lagi. Jika Oktober rampung, Bagus optimistis Seksi III sudah bisa dioperasikan bersamaan dengan Seksi II sepanjang 17 kilometer. "Pak Menteri (PUPR) sudah minta akhir 2019, tapi kami melihat kemungkinan baru di awal 2020," ujarnya.

Setelah Seksi III Rampung, lanjut Bagus, CKJT sebagai pihak konsorsium pembangunan Tol Cisumdawu akan mendahulukan pembangunan fisik di Seksi VI (Ujungjaya-Dawuan) guna menopang akses BIJB. Terlebih, penguasaan lahan di seksi tersebut jauh lebih baik ketimbang di Seksi IV dan V. "Seksi IV dan V tanahnya (pembebasan lahan) masih nol persen, seksi VI sudah 16 persen," sebut Bagus.

Bagus menambahkan, untuk mempercepat pembangunan di Seksi VI, pihaknya sudah meminta bantuan Pemprov Jabar untuk memfasilitasi penggunaan lahan milik Perhutani yang mencapai 58 persen dari total kebutuhan lahan. "Kami meminta bantuan agar Perhutani melepas lahan, supaya bisa langsung konstruksi," katanya.

Surat pengajuan konsesi pemakaian lahan ini pun sudah diserahkan pihaknya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan tinggal menunggu izin lebih lanjut. "Kami sekarang posisinya menunggu lahan, kami belum bisa melaksanakan konstruksi kalau lahan masih 16 persen," tandas Bagus.   



(zik)