alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bandar Narkoba Terbesar Kedua Dominasi Lapas dan Rutan di Jabar

Agus Warsudi
Bandar Narkoba Terbesar Kedua Dominasi Lapas dan Rutan di Jabar
Rutan Bandung atau Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta, Kota Bandung. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Sebanyak 7.605 bandar dan pengedar narkoba menghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jawa Barat.

Jumlah bandar dan pengedar narkoba yang jadi narapidana itu terbesar kedua mendominasi lapas dan rutan. Sedangkan jumlah pengguna narkoba yang menghuni lapas dan rutan di Jabar sebanyak 3.528 orang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiv Pas Kanwil Kemenkum HAM) Jabar Abdul Aris mengatakan, penghuni terbesar pertama yang mendominasi lapas dan rutan di Jabar adalah narapidana kasus pidana umum sebanyak 11.775 orang.



Sementara, jumlah narapidana korupsi sebanyak 600 orang, teroris 236, ilegal logging 17, trafficking atau perdagangan manusia 73, dan money laundry atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) 27.

"Total narapidana di lapas dan rutan sebanyak 23.861 orang. Semua narapidana itu tersebar di 32 lapas dan rutan serta 1 LPKA. Jumlah itu overkapasitas. Sedangkan kapasitas lapas dan rutan di Jabar hanya 15.658 orang," kata Abdul Aris di Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik, Kota Bandung Senin (8/7).

Karena itu, untuk meningkatkan wawasan terkait pengamanan dan hal-hal yang perlu diantisipasi, Kanwil Kemenkum HAM Jabar mengumpulkan ribuan petugas lapas rutan dan petugas imigrasi se-Jabar di SOR Arcamanik.

Mereka mendapat pembekalan dari Wakapolda Jabar Brigjen Pol Akhmad Wiyagus, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarief.

"Kelebihan kapasitas itu jadi sumber-sumber masalah. Apalagi, lapas dan rutan se-Jabar over kapasitas lebih dari 52 persen. Seperti peredaran narkotika hingga perkelahian antarnarapidana jadi salah satu faktor gangguan keamanan," ujar Aris.



(awd)