alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bocah 4 Tahun Diduga Tenggelam di Waduk Jatiluhur

Asep Supiandi
Bocah 4 Tahun Diduga Tenggelam di Waduk Jatiluhur
Ilustrasi/Istimewa

PURWAKARTA - Seorang bocah berusia 4 tahun hilang di sekitar keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, tepatnya di Kampung Pasirlaya, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jabar. Korban diduga tercebur dan tenggelam di perairan itu.

Korban diketahui bernama Muhamad Rizki Hasmarul Faroh, warga Kampung Ciakar RT 08/04 Desa  Sukarame Kecamatan. Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten. Hingga saat ini keberadaan dan nasib korban belum diketahui

Kantor Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Bandung bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta pun langsung mengelar operasi SAR di lokasi kejadian sejak pagi tadi, Kamis (27/6/2019).  



Berdasarkan keterangan berhasil dihimpun SINDOnews, persitiwa itu berawal saat paman korban mendatangi KJA tersebut untuk mengambil timbangan, Rabu (26/6/2019). Rencananya timbangan itu akan dibawa ke KJA yang berbeda. Korban ketika itu merengek ingin ikut pamannya panen ikan di KJA yang berbeda.

Ibu korban sempat melarangnya ikut. Ketika itu ibu korban sempat melarang anaknya untuk ikut pamannya. Tak lama pamannya pergi dengan membawa timbangan, lalu ibu korban pergi ke kamar mandi dan korban pun ikut ke dalam saung apung. Begitu ibunya keluar kamar mandi, korban sudah tidak ada. Sehingga, kuat dugaan korban tercebur ke dalam perairan Waduk Jatiluhur.

"Pascamenerima laporan, kami mempersiapkan sarana prasarana penunjang penyelamatan dan evakuasi. Kemudian kami juga melakukan pencarian dengan menyusuri danau dengan perahu LCR dan. Selama pencarian kami mencoba berupaya penarikan korban dengan jangkar," ungkap Kepala DPKPB Purwakarta Wahyu Wibisono.

Dalam pencarian korban itu, pihak Basarnas menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. "Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga membawa sejumlah perlengkapan guna memudahkan proses pencarian, seperti peralatan komunikasi dan rescue car," kata Humas Basarnas Bandung Joshua Banjarnahor kepada SINDOnews.



(zik)