alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Buang Sampah ke Nambo, Pemkot Depok Tunggu Keputusan Pemprov Jabar

R Ratna Purnama
Buang Sampah ke Nambo, Pemkot Depok Tunggu Keputusan Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan pejabat lain meninjau lokasi TPAS Lulut-Nambo seusai groundbreaking, Desember 2018. Foto/Istimewa

DEPOK - Pemerintah Kota Depok masih menunggu jadwal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pemindahan pengiriman sampah Depok dari TPA Cipayung ke TPA Regional Lulut Nambo, Bogor. Sebelumnya, pada April 2019 Pemkot Depok melayangkan surat agar pemindahan dipercepat.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Iyay Gumilar mengatakan, hingga kini belum ada jadwal terkait hal tersebut dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Padahal, setelah pihaknya melayangkan surat April lalu, sudah ada pertemuan antara Pemkot Depok dengan Pemprov Jabar. Saat itu dibahas mengenai kesiapan dan fasilitas yang masih yang harus disiapkan saat pemindahan sampah ke Lulut Nambo. (Baca juga: TPPAS Lulut-Nambo Ditarget Beroperasi Juli 2020).

"Saat ini Pemprov Jawa Barat sedang menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk membangun tempat pembuangan dengan sistem sanitary landfill," katanya, Minggu (23/6/2019).



Dia mengatakan, sanitary landfill adalah sistem pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan menimbunnya dengan tanah. Pihaknya akan melakukan sosialisasi pada warga Lulut Nambo setelah ada tanggal persis pemindahan sampah dari Depok ke lokasi tersebut.

"Kalau diminta langsung pemindahan sampah, ya langsung. Tapi kita harus sosialisasi sama masyarakat di sana yang terdampak baunya," ujarnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Ridwan mengatakan, daya tampung TPA Cipayung milik Pemerintah Kota Depok saat ini sudah melampaui kapasitias. Setiap hari ada 900-1.000 ton sampah warga Depok yang dibuang ke TPA Cipayung. Pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pemindahan sampah sebanyak 500-700 ton ke Lulut Nambo.

"Kalau sudah buang sampah di Nambo volume sampah di TPA Cipayung berkurang sekitar 200-300 ton sampah," katanya.

Nantinya, jumlah tersebut bisa dikelola oleh bank sampah dan UPS (Unit Pengelolaan Sampah) terlebih dahulu sebelum dibuang ke TPA Cipayung. "Bank sampah dan UPS bisa mengurangi sampah 20 persen dari jumlah yang akan dikirimkan ke TPA Cipayung," ujarnya.

Gunungan sampah di TPA Cipayung sudah sangat mengkhawatirkan. TPA tersebut sudah lama overload. Ketinggian sampah mencapai 20-30 meter dan dikhawatirkan longsor.



(zik)