alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dirjen Pothan Kemhan: Mahasiswa Harus Waspadai Ancaman Proxy War

Adi Haryanto
Dirjen Pothan Kemhan: Mahasiswa Harus Waspadai Ancaman Proxy War
Dirjen Pothan Kemhan Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan MSi menyampaikan orasi ilmiah di sidang senat terbuka Dies Natalis ke-29 Unjani di Cimahi, Kamis (20/6/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Mahasiswa dan generasi milenial di Indonesia harus mewasadai berkembangnya proxy war di era industri 4.0 yang dapat memecah belah bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Dirjen Potensi dan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Pothan Kemhan) Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan MSi dalam orasi ilmiah di sidang senat terbuka Dies Natalis ke-29 Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kota Cimahi, Kamis (20/6/2019).

"Revolusi industri 4.0 membuat keterbukaan informasi semakin masif. Di sisi lain bisa menjadi ancaman terjadinya perang IT dan perang mindset, sebagai bentuk proxy war yang harus diwaspadai mahasiswa dan generasi milenial penerus bangsa," kata Bondan di hadapan Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) Adi Mulyono, Rektor Unjani Witjaksono, dan ratusan mahasiswa Unjani.



Dia menjelaskan, proxy war ini sebagai perang gaya baru di mana terjadi doktrinisasi sehingga dapat mempengaruhi pihak ketiga agar mau diadu domba.

Melalui pemahaman yang salah, mindset orang-orang terus dicekoki agar terpengaruh sehingga mudah untuk diseting. Banyak negara besar hancur tanpa perang senjata tapi melalui politik pecah belah.

Itulah yang menjadi ancaman nyata bagi Bangsa Indonesia ke depan dalam mempertahankan Bhineka Tunggal Ika. Termasuk juga ancaman terkait terorismse, radikalisme, dan sparatisme, yang jika tidak diantisipasi sejak dini bisa merasuk kepada pola pikir anak-anak muda.

Pada beberapa kasus konflik horizontal sudah muncul di beberapa daerah dengan isu-isu sensitif, namun dengan cepat berhasil diredam pemerintah.

"Upaya menangkal ancaman itu adalah salah satunya dengan bela negara yang harus terus dipraktikkan. Civitas akademi juga harus berperan termasuk Unjani agar menjadi center of excellent bela negara di Jawa Barat," tandasnya.

Rektor Unjani Witjaksono mengatakan, sebagai institusi pendidikan yang sudah berusia 29 tahun Unjani telah meluluskan alumni sebanyak 36.200 yang tersebar di dalam dan luar negeri.

Terkait dengan ancaman proxy war di era industri 4.0 yang bisa mempengaruhi generasi muda, dirinya yakin dengan integritas tenaga pendidik dan disiplin mahasiswanya di Unjani benih-benih negatif itu tidak akan tumbuh berkembang.

Apalagi sebagai civitas akademika yang ada di bawah naungan YKEP, pihaknya berkewajiban menjaga stabilitas keamanan di lingkungan kampus.

"Informasi memang berkembang cepat dan tanpa batas. Untuk di sini, sejauh ini narkoba atau radikalisme tidak ada. Prinsipnya kami juga melakukan bela negara melalui pendidikan," kata Witjaksono.



(awd)