alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

6 RS Tak Punya Dirut, Ridwan Kamil: Gak Mudah Cari Dokter Manajerial

Agung Bakti Sarasa
6 RS Tak Punya Dirut, Ridwan Kamil: Gak Mudah Cari Dokter Manajerial
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Istimewa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, tidak mudah mencari sosok dokter yang memiliki kemampuan manajerial untuk mengelola sebuah rumah sakit (RS).

Pernyataan tersebut disampaikan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menanggapi polemik kekosongan jabatan direktur utama (dirut) di enam RS di bawah naungan Pemprov Jabar.

Keenam RS tersebut, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung; RS Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat; RS Paru Sidareja, Kabupaten Cirebon; RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi; RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut; dan RS Kesehatan Kerja, Rancaekek, Kabupaten Bandung.



"Sedang diproses, gak mudah memang mencari dokter yang manajerial," ungkap Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Meski tidak dijabat oleh dirut, Emil memastikan, pelayanan di keenam RS tersebut tidak terganggu. Selain itu, Emil pun meyakinkan bahwa proses seleksi dirut keenam RS tersebut akan segera selesai.

"Tapi saya pastikan, pelayanan tidak terganggu. Kemarin sudah dua Minggu ya kadis (Kepala Dinas Kesehatan) yang baru saya tugaskan melakukan swat analisis, laporannya sudah masuk," katanya.

Disinggung persoalan gagal lelang yang dituding akibat kekosongan jabatan dirut, Emil enggan menanggapinya. Emil mengaku, tidak memahami persoalan teknis lelang tersebut.

"Itu mah teknis ya, jangan nanya teknis ke saya lah. Saya mah teu (enggak) ngurus-ngurus proyek jadi teu (enggak) apal (tau)," tandasnya.

Sebelumnya, DPRD Jabar melalui Sekretaris Komisi V Abdul Hadi Wijaya menyoroti kinerja Dinkes Jabar menyusul kekosongan jabatan dirut enam RS di bawah naungan Dinkes Jabar. Menurut Abdul Hadi, kondisi tersebut berdampak terhadap minimnya penyerapan anggaran akibat gagal lelang.

"Plt tidak berani mengambil keputusan bahwa lelang yang gagal ini sebenarnya masih bisa dilakukan langkah-langkah komunikasi kepada mitra dinas yang lain. Hanya saja, karena statusnya Plt, hal itu tidak dilakukan," kata Abdul Hadi.

Namun tudingan tersebut dibantah Kepala Dinkes (Kadinkes) Jabar Berli Gelung Sakti. Menurut dia, kegagalan lelang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kekosongan jabatan dirut.

Dia beralasan, kegagalan lelang terjadi akibat waktu yang mepet dan seluruh pihak yang mengikuti lelang tidak memenuhi kualifikasi.

"Kalau disangkutpautkan dengan dirut, itu tidak ada sangkut pautnya karena untuk lelang ada bironya sendiri, yakni Biro Pengadaan Barang dan Jasa," tegas Berli.

Berli menargetkan, dirut yang baru bakal dilantik Juni 2019 ini. Saat ini, kata Berli, para kandidat dirut telah menjalani proses seleksi internal, baik uji kompetensi maupun uji potensi.



(awd)