alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bangun Sinergitas, Bupati Majalengka Juga Rangkul Pimpinan Parpol

Inin Nastain
Bangun Sinergitas, Bupati Majalengka Juga Rangkul Pimpinan Parpol
Pertemuan Kepala daerah Kabupetan Majalengka dengan pimponan parpol. Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Hubungan antara legislatif dengan eksekutif kerap dianggap saling berhadap-hadapan. Penilaian itu tidak jarang akan semakin kuat saat proses pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) atau menjelang pemilihan umum (pemilu).

Untuk mengikis anggapan tersebut, Bupati Majalengka Karna Sobahi berinisiatif untuk mengagendakan pertemuan rutin antara kepala daerah dengan pimpinan Parpol. Diawali hari ini, rencananya pertemuan itu akan rutin digelar satu kali dalam tiga bulan.

"Diharapkan akan terbangun sinergitas ya. Contoh ketika membahas APBD ada tarik-menarik, ya kita bertemu dengan fraksi nanti, atau supaya tidak lagi terjadi sekat yang jauh antara (yang berkantor di) utara dan selatan, legislatif dan eksekutif. Karena pemerintahan itu terdiri dari legislatif dan eksekutuf. Saya agendakan tri wulan satu kali lah, sama dengan (pertemuan rutin) Forkominda lah," kata Karna seusai silaturahmi dengan pimpinan Parpol di Pendopo, Jumat (14/6/2019).



Disinggung adanya hubungan yang panas antara eksekutif dengan legislatif yang melatarbelakangi gagasan itu, Karna menegaskan selama ini hubungan dengan Dewan relatif baik. Walhasil, anggapan tersebut tidak benar. Di luar itu, pertemuan tersebut sejatinya sudah sempat terpikirkan sejak jauh-jauh hari.

"Sejak saya jadi plt Bupati bulan September, dan jadi Bupati dua minggu meneruskan yang Pak Trisno (Sutrisno), kemudian Bupati hasil Pilkada, sampai saat ini saya belum mengalami kesulitan berkomunikasi dengan Dewan. Bahkan mereka sangat luar biasa (misalnya mereka mengatakan) 'Pak ingin tanggal berapa diputuskannya Perda ini,' nah gitu ya. Justru dengan kondisi begitu saya ingin memperkuat komunikasi dengan mereka," jelas dia.

"Yang kedua, saya baca aspirasi mereka dari dulu begitu 'pak kami dewan ingin diaku' tapi saya kan tidak punya kebijakan, sebagai wakil bupati (saat itu)," lanjut Karna.

Lebih jauh dijelaskan Karna, pertemuan itu semula direncanakan digelar pada bulan Ramadhan lalu. Untuk pimpinan parpol sendiri, jelas dia, tidak ada perbedaan antara parpol yang duduk di DPRD Majalengka maupun yang tidak.

"Tadinya mau sebelum lebaran, (tapi) agendanya padat, ya kita manfaatkan waktu, dan luar biasa kan, mereka mengapresiasi. Pimpinan Parpol baik yang di legislatif maupun yang tidak," beber dia.

Senada dengan Bupati, ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Asep Aminudin berharap pertemuan itu bisa membuat komunikasi antar kepala daerah dengan parpol semakin membaik. Kendati begitu, Asep menegaskan agenda itu tidak akan mengikis daya kritis partai yang dipimpinnya.

"Kritik dan sebagainya, itu harus terus mengalir sebagai bentuk tanggung jawab moril. Dengan pertemuan ini justru kita harapkan daya kritis anggota Dewan lebih terasah, sepanjang kritis kita bersifat konstruktif, bukan untuk menjatuhkan. Kritik adalah nutrisi jalannya pemerintah, menurut saya," papar dia.



(awd)