alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lift Orang Berubah Fungsi, Kompleks Pemda KBB Dipenuhi Sampah

Adi Haryanto
Lift Orang Berubah Fungsi, Kompleks Pemda KBB Dipenuhi Sampah
Lift di Kantor Pemda KBB. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Bukan hanya di objek wisata Situ Ciburuy, tumpukan sampah yang belum diangkut pun tampak terlihat di Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (13/6/2019) pagi. Kondisi ini jelas sangat mengganggu estetika dan keasrian kompleks perkantoran orang nomor satu di KBB ini.

Seperti yang terpantau pada Kamis pagi, tumpukan sampah tampak terlihat di beberapa sudut kompleks perkantoran. Yang paling mencolok mata adalah tumpukan sampah di Gedung A atau tidak jauh dari depan Kantor Disdik, Dinsos, Dinkes, dan beberapa kantor dinas lainnya. Sampah itu sebagian sudah dibungkus karung dan sisanya ada yang berserakan.

Ironisnya, sebagian sampah yang disinyalir sisa dari sampah sebelum libur Lebaran itu juga ada yang dibuang di dalam lift. Padahal, lift itu semestinya hanya untuk kepentingan menaikkan dan menurunkan orang sehingga kebersihannya harus dijaga. Pemandangan itu pun mendapatkan tanggapan nyinyir dari sebagian warga yang melihat ketidakbersihan kompleks pemda dan banyaknya sampah yang belum diangkut.



"Aneh aja ngeliatnya, masak kantor pemda seperti ini?  Sampah menumpuk di depan gedung perkantoran dan parahnya lift untuk orang juga dipakai untuk naik turun membuang sampah," tutur salah seorang warga yang kebetulan melintas, Yudi (29).

Menurut Yudi, semestinya kantor pemda yang juga kantor bupati bersih dan terbebas dari sampah. Jangankan sampai menumpuk, ada plastik atau ranting pohon yang jatuh kalau bisa langsung diambil. Kalaupun belum diangkut sebaiknya ada tempat penampungan khusus sementara di satu titik, tidak seperti ini tersebar dan menumpuk di setiap perkantoran. Contohnya di Kota Cimahi yang di dalam kompleks perkantorannya ada tempat pengumpulan sampah sementara.
Sampah di Kantor Pemkab Bandung Barat. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
"Kalau gini kan ASN yang bekerja juga terganggu. Terus kalau ada tamu dari luar atau masyarakat yang datang, mereka pasti risih dan menilai Pemda KBB tidak memperhatikan aspek kebersihan," tuturnya.

Salah seorang office boy yang bertugas di Gedung A, Caca (32) mengatakan, untuk menangani sampah di gedung berlantai empat itu hanya dua orang. Dirinya sengaja memasukkan sampah ke lift karena tidak ada ASN yang mau menurunkan sampah itu, sedangkan dia dan rekannya dituntut juga untuk membersihkan ruangan.

"Tidak ada seorang karyawan pemda yang inisiatif menurunkan sampah, kalau dikerjakan sama OB yang cuma berdua lama. Mungkin kalau ada polibag bisa gampang bawa ke bawahnya," kata dia.

Terkait banyaknya tumpukan sampah  di permukiman, objek wisata, ataupun perkantoran pemda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Apung Hadiat Purwoko menyebutkan, pengangkutan sampah memang dilakukan bergiliran. Itu dikarenakan armada truk sampah yang dimiliki KBB masih terbatas sehingga terbagi-bagi pengangkutannya. Saat ini di KBB ada 35 armada truk sampah, 4 pikap, dan 12 motor roda tiga yang beroperasi mengangkut sampah dari 10 kecamatan yang sudah terlayani.

"Secepatnya akan dieksekusi (diangkut) karena masih nunggu giliran akibat armada angkutan yang terbatas," kata Apung melalui pesan singkat.



(zik)