alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pendamping PKH Gelar Gema Peduli Ramadhan 1440 H Serentak di Cipatat

Adi Haryanto
Pendamping PKH Gelar Gema Peduli Ramadhan 1440 H Serentak di Cipatat
Pendamping PKH Cipatat menggelar Gema Peduli Ramadhan dan memperingati hari lahir Pancasila. Mereka memberikan bingkisan dan alat kesehatan kepada warga kurang mampu. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Gerakan Menanam (Gema) Peduli Ramadhan 1440 H digelar secara serentak di wilayah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan yang diinisiasi oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ini adalah mendatangi warga yang belum tersentuh bantuan baik swadaya maupun pemerintah.

Koordinator PKH Kecamatan Cipatat Rahmat Sulaeman Zulkarnaen mengatakan, pendamping PKH yang terjun ke lapangan masih menemukan warga yang belum ter-cover bantuan.



Hal tersebut yang menginspirasi pendamping PKH di Cipatat untuk melakukan gelar kepedulian untuk mengisi momentum bulan Ramadhan. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila yang diperingati tanggal 1 Juni.

"Masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di bulan Ramadhan ini kami ingin tebar kepedulian dengan mereka, semoga bisa bermanfaat," ucapnya kepada SINDOnews, Minggu (2/6/2019).

Dia menyebutkan, Gema Peduli diisi dengan rangkaian kegiatan di semua desa di Kecamatan Cipatat. Seperti tebar parcel, tebar alat bantu kesehatan (alkes), berupa tongkat untuk masyarakat yang membutuhkan, road show tebar takjil sepanjanag Jalan Gunung Masigit. Kegiatan diakhiri dengan tebar kasih dan buka puasa bersama yatim piatu di Yayasan Bahrul Ulum, Desa Mandalawangi.

Menurutnya, keadilan sosial bagi seluruh warga negara harus tercipta dan masyarakat merasakan pemerataan sosial ekonomi sesuai amanat Pancasila. Tapi realitas di lapangan masih ada warga yang belum merasakan hal itu.

Seperti saat pembagian parcel, ada warga bernama Titi di Dusun Bojongloa, Desa Cipatat, yang hidup di rumah gubug berdinding bilik bambu berukuran 2x3 meter persegi.

Dia hidup sebatang kara dan harus hidup berpindah-pindah di tanah orang karena tidak memiliki tanah. Ibu tersebut belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Terpisah di Desa Gunung Masigit, ada keluarga Mamat yang tinggal di rumah gubug bersama anak dan istrinya. Dia sudah delapan tahun menderita benjolan di perutnya dan harus dioperasi tapi tidak memiliki biaya.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi implementasi keadilan sosial dan wahana peningkatan silaturahmi," kata Rahmat yang juga Ketua Forum Pendamping dan Operator PKH KBB.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid Pemberdayaan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial KBB, Yuyun Budiarti yang langsung ikut membagikan bingkisan.

Melihat kondisi masyarakat, Yuyun merasa terharu dan prihatin, secara pribadi dia pun memberikan santunan kepada warga.

"Kegiatan positif seperti ini harus terus digalakan oleh berbagai elemen masyarakat. Khusus untuk pendamping PKH Kecamatan Cipatat saya apresiasi dan bangga dengan semangat kesetiakawanan sosialnya," kata dia.



(awd)