alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hambat Kelancaran Lalu Lintas, Tugu di Perempatan Kadipaten Bakal Dibongkar

Inin Nastain
Hambat Kelancaran Lalu Lintas, Tugu di Perempatan Kadipaten Bakal Dibongkar
Pengguna jalan melintas di depan tugu Perempatan Kadipaten. Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Kondisi semrawut menjadi pemandangan pertama saat masuk Kabupaten Majalengka dari arah Bandung. Suasana di Perempatan Kadipaten akan membuat kesan tentang kesemrawutan lalu lintas di wilayah ujung Kabupaten Majalengka yang berbatasan dengan Kabupaten Sumedang itu.

Kesemrawutan yang terjadi di perempatan itu setidaknya dipicu oleh dua faktor. Keberadaan tugu di tengah perempatan menjadi salah satu penyebab dari kesemrawutan serta tumpukan kendaraan di sana. Kondisi semrawut semakin terasa lantaran persis di dekat perempatan terdapat pasar.

Bupati Majalengka Karna Sobahi menegaskan pihaknya menginginkan keberadan tugu dihilangkan. Alih-alih memberi kesan indah, keberadaan tugu itu justru menimbulkan masalah.



"Kesemrawutan dan kemacetan di areal itu, kami sudah konsultasi dengan Jawa Barat, karena itu merupakan kewenangan Jawa Barat. Bahkan saya secara resmi sudah mengirim surat kepada Gubernur agar tugu itu segera dibongkar, karena mengganggu kelancaran lalu lintas," kata Karna saat melakukan pengecekan Pospam Lebaran di Perempatan Jatiwangi, Rabu (29/5/2019).

Terkait surat itu, jelas Karna, Gubernur menyatakan persetujuannya. Namun, pembongkaran itu mungkin masih menunggu waktu sekitar satu tahun ke depan.

Untuk mengurai kemacetan di daerah tersebut bahkan akan dibuat flyover. Namun, belum diketahui secara pasti dari jalur mana flyover itu akan dibuat.

"Arahnya yang belum, entah arah dari Bandung menuju Cirebon, entah arah Majalengka (Kota) menuju Kertajati. Itu juga merupakan program Provinsi," kata dia.

Dengan rencana pembuatan flyover, maka pembongkaran tugu di perempatan dimungkinkan tidak harus menunggu 2 tahun sejak dibangun. "Tidak menunggu dua tahun, karena ada alasan lain. Sekaligus (nanti) memetakan pasar yang semrawut itu," ujar Karna.



(zik)