alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Terharu Nonton Film Ambu, Ridwan Kamil Menangis

Agung Bakti Sarasa
Terharu Nonton Film Ambu, Ridwan Kamil Menangis
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, dan Produser/sutradara film Ambu, Farid Dermawan di Cihampelas XXI, Jumat (17/5/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan film Ambu yang dinilainya sangat menyentuh emosional.

Emil, sapaan akrabnya, menyempatkan hadir di Cihampelas XXI, Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung untuk menyaksikan film berlatar kehidupan suku Baduy itu, Jumat (17/5/2019).

Emil yang hadir didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik beserta rombongan disambut hangat Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang juga hadir dalam acara nonton bareng itu.



Selama hampir satu jam, Emil mengaku menikmati film yang dibintangi Widyawati (Ambu Misnah) dan Laudya Chintya Bella (Fatma) itu. Selain terpaku dengan akting keduanya, Emil mengaku terkesan dengan seting kehidupan suku Baduy di film garapan Farid Dermawan ini.

"Luar biasa, saya kira pertama kali masyarakat Indonesia akan melihat budaya Baduy. Budaya adiluhung dari budaya Sunda masih hadir, setting nya masih sangat alami," tutur Emil seusai nonton bareng.

Meski tidak menyaksikan film itu hingga selesai, Emil menilai, film tersebut dapat membantu mempromosikan Kabupaten Lebak, tempat dimana suku Baduy tinggal. Terlebih, belum banyak orang mengenal kehidupan suku Baduy yang sebenarnya.

"Seperti film Julia Robert, Pray and Love. Ini juga akan meningkatkan minat pariwisata dan apresiasi budaya," ujarnya.

"Insya Allah saya promosikan kepada 50 juta rakyat Jabar, apalagi yang punya akar (budaya) Sunda," sambung Emil.

Di tengah-tengah rasa takjubnya terhadap kehidupan dan panorama alam Baduy, Emil mengaku terharu menyaksikan Ambu Misnah dan Fatma beradu peran. Menurut dia, peran dari kedua bintang film itu sangat menyentuh emosinya. "Ini sangat menyentuh. Diputar di bulan puasa, tadi saya lapar dan menangis juga," ungkapnya.

Dia berharap, film yang ditulis Titin Wattimena ini dapat diterima seluruh pecinta film di Indonesia. Apalagi, film Ambu sarat pelajaran hidup, khususnya pelajaran hidup antara ibu dan anak. "Hatur nuhun dan sukses selalu, mudah-mudahan bisa disukai oleh seluruh pemirsa film di Indonesia," tandas Emil.

Film Ambu bercerita tentang kehidupan Fatma, gadis suku Baduy yang jatuh cinta dengan seorang mahasiswa asal Jakarta (Baim Wong) yang tengah praktek kerja lapangan mempelajari suku Baduy. Keduanya memutuskan menikah dan hidup di Jakarta. Namun, pernikahan tersebut tidak direstui Ambu Misnah.

Waktu berlalu, kehidupan rumah tangga Fatma dan suami akhirnya berantakan hingga bercerai. Setelah berpisah, Fatma yang sudah memiliki anak gadis bernama Nona (Lutesha Sastra) memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah 16 tahun menetap di Jakarta.

Selain menampilkan akting yang menyentuh emosi, film ini pun mengeksplorasi kehidupan suku Baduy yang dikenal mengisolasi diri dari dunia luar, termasuk menampilkan panorama alam Baduy yang eksotis dan perkampungan suku Baduy yang tertata rapi dan bersih.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif