alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jumlah Kursi PDIP di DPRD Majalengka Turun, Karna Sobahi Bilang Begini

Inin Nastain
Jumlah Kursi PDIP di DPRD Majalengka Turun, Karna Sobahi Bilang Begini
Ketua DPC PDIP Majalengka Karna Sobahi. Foto/Dok SINDOnews

MAJALENGKA - PDI Perjuangan atau PDIP kembali menjadi pemenang Pileg 2019 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.  Namun, dari sisi jumlah kursi, partai moncong putih itu  mengalami penurunan.

Pada Pileg 2014, PDIP menempatkan sebanyak 18 kadernya di DPRD Kabupaten Majalengka. Namun, pada Pileg 2019 ini jumlah kursi PDIP menurun. Diperkirakan PDIP hanya akan menempatkan 15 wakilnya di DPRD Majalengka.

Terkait hal itu, Ketua DPC PDIP Majalengka Karna Sobahi menganggapnya sebagai sebuah hal yang wajar. Bahkan, dia menganalogikan Pileg 2019 kemarin dengan kompetisi sepak bola.



"Itu sebenernya dinamika biasa dalam pemilu. Tidak mungkin selalu ada kemapanan dalam sepanjang masa. Yang namanya kompetisi, yang namanya Persib kan nggak selalu juara. Lumrah-lumrah aja, kita anggap biasa. Yang penting, kita utamanya bahwa pileg/pilpres aman, kepentingan umumnya lah," kata Karna seusai memimpin upacara Hardiknas di Alun-alun Majalengka, Kamis (2/5/2019).

Menurut Karna, kendati jumlah kursi PDIP di tingkat kabupaten mengalami penurunan, perolehan suara caleg mengalami kenaikan. Menurutnya, caleg yang jadi rata-rata mendapat sebanyak 5 ribu suara.

"Kita hampir 15 kursi kan? Ya ketika terjadi  penurunan, itu kan hanya beberapa dapil saja. Dapil 4 yang pileg dan pilpresnya memang sangat prihatin. Dapil yang stabil kan dapil selatan, Dapil 5. (Perolehan suara) yang paling tinggi Dapil 5 kan, 9.400 sekian (suara). Rata-rata suara PDIP itu tinggi. Rata-rata PDIP yang menang itu 5 ribu (suara)," papar dia.

Dia menjelaskan, penurunan jumlah kursi itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Masalah internal menjadi salah satu penyebab perolehan suara partai yang dipimpinnya mengalami penurunan.

"Multifaktor, ada internal, ada eksternal, ada (faktor) kekuatan caleg juga, kekuatan dana. Ya internal kan kalian tahu, bagaimana dalam pilkada (pilbup) PDIP ini pecah. Untuk mengintensifkan kekuatan caleg ini, mula-mula dari pemilihan caleg itu sendiri," papar dia.

Namun, Karna mengatakan dirinya tetap bertanggung jawab. "Tapi dengan catatan ya, bagaimana ke depan lebih bagus, kita evaluasi. Apa kelemahan saat ini. Kita harus kompak. Caleg yang akan maju harus siap berjuang," lanjut dia.

Diketahui, Karna Sobahi yang juga Bupati Majalengka itu resmi menjadi ketua DPC PDIP pada 19 Februari lalu. Karna menduduki posisi tersebut setelah ketua DPC periode 2015-2020  Sutrisno mengundurkan diri.



(zik)

loading...