alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembentukan Badan Riset Nasional Dorong Penelitian Akademisi Kampus

Adi Haryanto
Pembentukan Badan Riset Nasional Dorong Penelitian Akademisi Kampus
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi Witjaksono. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Rencana pemerintah yang akan membentuk Badan Riset Nasional disambut baik kalangan akademisi. Keberadaannya diyakini bakal mendorong lebih banyak lagi riset yang dilakukan akademisi kampus untuk membuat jurnal ataupun teknologi terbarukan lainnya.

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi Witjaksono mangatakan, lingkungan kampus negeri maupun swasta merupakan institusi yang sangat akrab dengan riset. Oleh karenanya, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan pembentukan badan riset nasional, kalangan kampus pastinya akan menyambut dengan sangat positif.

"Akademisi kampus dituntut untuk membuat jurnal melalui sebuah riset setiap tahunnya. Oleh karena itu, godwill dari pemerintah melalui Badan Riset Nasional tentunya akan bersentuhan dengan akademisi yang membuat riset-riset menjadi optimal," tuturnya saat ditemui di Kampus Unjani, Cimahi, Jumat (26/4/2019).



Unjani sebagai kampus swasta satu-satunya di Indonesia yang memiliki jurusan Metalurgi, sejauh ini terus mengembangkan riset bekerja sama dalam bidang Metalurgi dengan Kementerian Pertahanan. Iklim seperti itu sangat baik dalam memacu ide-ide dan kreativitas untuk diimplementasikan pada sebuah riset untuk kepentingan bangsa. Salah satunya, mencari energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Menurutnya, terkait bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Unjani masuk peringkat ke-7 kelompok madya dan peringkat ke-105 dari 4.597 perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu best practice dalam bidang riset di Unjani dilakukan oleh Fakultas Sains dan Informatika yang berhasil menjadi juara pada lomba karya tulis ilmiah nasional di Malang bulan lalu. Yakni melalui penelitian BAMAT 'Baterai Tomat' sebagai energi terbarukan.

"Kami dorong dosen dan mahasiswa terus melakukan riset, tentunya didukung dengan pendanaan dan dorongan untuk beasiswa maupun reward tidak perlu ujian skripsi bagi mereka yang berhasil," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Magister Ilmu Pemerintahan Unjani Tri Bambang Pamungkas mengatakan, kampus harus mendorong penelitian mahasiswa dan dosennya. Bukan hanya dalam dunia sains, tapi juga dalam bidang lainnya termasuk ilmu pemerintahan. Misal, bagaimana menciptakan profesionalisme penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat melayani, bersih, dan berinovasi agar pemerintahan mampu menjembatani harapan rakyat demi mencapai kesejahteraan.

"Riset mengenai ilmu pemerintahan pun sangat penting di tengah semakin berkembangnya demokrasi dan keterbukaan informasi publik. Bagaimana mengenali aspirasi dan harapan masyarakat untuk diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan yang lebih down to earth, sehingga rakyat dan pemerintah menjadi manunggal tak bersekat," tutur warga Ciwidey, Kabupaten Bandung ini.



(zik)