alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antusias Nyoblos, Penyandang Disabilitas Berharap Diperhatikan Presiden Terpilih

Arif Budianto
Antusias Nyoblos, Penyandang Disabilitas Berharap Diperhatikan Presiden Terpilih
Penyandang disabilitas melakukan pencoblosan di TPS 006 dan 007 kawasan Panti Sosial Wyata Guna, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Arif Budianto

BANDUNG - Penyandang disabilitas antusias melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 006 dan 007 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019).

Pantauan SINDOnews di kawasan Panti Sosial Wyata Guna, penyandang disabilitas terutama tunanetra antusias melakukan pencoblosan. Mereka datang bersama keluarga. Tidak ada kendala berarti pada proses pencoblosan di Wyata Guna.

"Kami senang, karena ini bentuk pengakuan terhadap warga negara dan bagian dari proses demokrasi. Walaupun agak ribet, karena kertasnya lebar sekali. Tapi alhamdulillah tidak ada masalah saat memilih," kata salah seorang penyandang tunanetra Yudi Minarmoko.



Dia berharap, keikutsertaannya pada proses demokrasi bisa membawa kebaikan bagi Indonesia. Harapan ke depan menunjukkan perbaikan bangsa. Pemimpin yang terpilih, bisa lebih memperhatikan penyandang disabilitas. Misalnya menyediakan infrastruktur atau jalan khusus disabilitas.

Sementara itu, sebanyak 97 pemilih disabilitas terdaftar di TPS 006 dan 007. Menurut Ketua TPS 006 Suryaman, dari total 222 daftar pemilih tetap (DPT), terdapat 48 pemilih disabilitas yang semuanya tunanetra. Mereka terdiri dari 33 pemilih laki-laki dan 15 perempuan.

Kendati terdaftar di DPT, pengalaman tahun sebelumnya, tidak semua disabilitas melakukan pencoblosan. Dari jumlah itu, hanya sekitar 50% yang biasanya melakukan pencoblosan.

Dia menjelaskan, bagi tunanetra yang tidak didampingi, pihaknya akan memberi pendampingan. Khusus di TPS ini, pihaknya menyediakan template surat suara untuk DPD dan Presiden. Sementara untuk DPRD perlu bantuan orang lain.

"Kalau surat suara pilpres dan DPD saya bisa mencoblos sendiri. Karena ada template-nya. Sedangkan untuk DPRD dan DPR RI, saya minta ditunjukkan oleh pendamping, sesuai nomor pilihan saya," kata Yudi, seorang penyandang disabilitas.



(zik)