alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemda KBB Target PAD Rp581 Miliar, Pendapatan Terbesar dari KBU

Adi Haryanto
Pemda KBB Target PAD Rp581 Miliar, Pendapatan Terbesar dari KBU
Di kawasan Lembang, KBB, banyak terdapat hotel, vila, dan restoran. Berbagai jenis usaha itu menjadi salah satu andalan PAD dari pajak. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 2019 ditarget mencapai Rp581 miliar. Target itu didominasi dari sektor pajak hotel, restoran, dan obyek wisata di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KBB Agustina Piryanti mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan, dan target PAD Rp581 miliar sangat rasional dengan potensi yang ada saat ini.

Sektor pendapatan pajak terbesar ada di wilayah KBU, kemudian disusul wilayah Cipatat, Padalarang, Ngamprah, dan Batujajar.



"Tahun ini target PAD naik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp375 miliar. Melihat potensi yang ada, kami optimistis target itu terpenuhi, mengingat tahun lalu pun realisasinya PAD tembus hingga sekitar Rp400 miliar," kata Agustina, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, beberapa item pajak yang potensial seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan batuan dan logam, parkir, air tanah, bumi dan bangunan, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Untuk pajak BPHTB PBB, kontribusi terbesar berada di kawasan padat penduduk dan lokasi yang memiliki nilai jual tinggi.

Dia mengemukakan, wilayah Batujajar, Cihampelas, dan Cililin, dalam pada tahun terakhir pajak PBB dan BPHTB-nya meningkat tajam. Ini dikarenakan banyaknya bermunculan perumahan-perumahan baru yang dibangun.

Adapun untuk pajak yang memberikan PAD tertinggi dari 10 jenis pajak tersebut adalah BPHTB. Apalagi sekarang bupati banyak memberikan kemudahan dalam hal perizinan untuk investasi.

Ketika ditanyakan terkait besaran PAD wilayah KBU dari total jumlah Rp581 miliar, Agustin menyebutkan sebanyak 50% kontribusi pajak dari wilayah KBU.

Sementara untuk dan sisanya tersebar di setiap kecamatan lainnya meski masih terfokus di wilayah perkotaan. Tapi seiring dengan pengembangan infrastruktur dan wisata di kawasan selatan, dirinya yakin ke depan kontribusi pajak antara di selatan dan utara KBB bisa sama.

"Pak bupati berencana membuka akses jalan menuju Cipongkor dan Cipatat melalui Kota Baru Parahyangan. Tujuannya agar wilayah selatan dan barat KBB juga sama berkembangnya dengan wilayah utara. Sehingga lebih jauhnya PAD yang didapat tidak hanya selalu mengandalkan KBU," tuturnya.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif