alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Emil: Provinsi Jabar Siap Gelar Pemilu Serentak 2019

Agung Bakti Sarasa
Emil: Provinsi Jabar Siap Gelar Pemilu Serentak 2019
Unsur FKPD Jabar dan penyelenggara pemilu berfoto bersama seusai Rakor FKPD Jabar di Sudirman Grand Ball Room. Foto/Istimewa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jabar yang dipimpinnya siap menggelar ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 17 April mendatang.

Kesiapan tersebut menjadi kesimpulan Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dengan penyelenggara pemilu dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2019 di Provinsi Jabar yang berlangsung di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Selasa 2 April 2019, kemarin.

"Alhamdulillah laporan dari Ketua KPU (Jabar), semua perlengkapan sudah aman terkendali," kata Emil, sapaan akrabnya, Rabu (3/4/2019).



Menurut Emil, selain kesiapan logistik, petugas dan pengawas pemilihan pun sudah siap bekerja dengan dukungan dari aparat TNI/Polri yang akan bekerja secara netral dan profesional.

"Personel sudah siap baik di level kota, kecamatan, PPK, dan panwascam juga sudah siap. Kepolisian juga sudah berkoordinasi. Insya Allah TNI dan Polri di Jabar netral dan profesional, kemudian pelaksanaan berlangsung lancar," tutur Emil.

Dari sisi stabilitas keamanan, lanjut Emil, hingga saat ini, tidak ada potensi gangguan keamanan yang berarti. Emil berharap, kesuksesan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Jabar akan terulang di ajang Pemilu 2019.

"Tidak ada indikasi-indikasi yang membuat potensi keamanan akan terganggu, sehingga kesuksesan (Pilkada Serentak Jabar) tahun lalu di 2018, sangat aman. Tidak ada kaca pecah, tidak ada peluru lepas, tidak ada apapun. Bisa diulangi prestasi itu di 2019," harap Emil.

Hal senada diungkapkan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Menurutnya, distribusi logistik Pemilu 2019 di Jabar berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal.

"Kesiapan pendistribusian logistik, tadi KPU menyampaikan sudah siap dan sesuai schedule. Jangan ada keterlambatan sampai ke TPS (tempat pemungutan suara) karena akan menghambat semuanya nanti," katanya.

Untuk pengamanan pemilu, Agung menyatakan, Polda Jabar mengerahkan 24.250 personel yang didukung 10.000 personel TNI dari Kodam III/Siliwangi yang kini sudah tersebar di kabupaten/kota.

Meski kondisi keamanan di Jabar aman jelang pemilu ini, Agung meminta aparat keamanan tetap mengedepankan langkah preventif jika ditemukan potensi kerawanan.

"Kita tidak boleh ada underestimate, (ini) termasuk indeks tingkat kerawanan yang dibuat Mabes Polri. Semua kapolres dan dandim tidak boleh under
estimate," tegasnya.

Dia meminta Tim Siber selalu memantau perkembangan di dunia maya, terutama media sosial (medsos).

"Saya juga minta patroli cyber dilakukan juga pihak kepolisian di dunia maya, di dunia media sosial agar dilakukan langkah-langkah cepat sehingga tidak berkembang di masyarakat," katanya.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono menyatakan optimismenya bahwa Pemilu 2019 di Jabar akan berjalan aman. Terlebih, masyarakat Sunda memegang teguh falsafah silih asah, silih asih, silih asuh.

"Sejauh yang saya lihat di Jawa Barat ini masyarakatnya saling asah, asih, dan asuh, sehingga jauh dari gangguan keamanan. Kami optimistis di Jawa Barat, saya sangat optimistis (Pemilu 2019) akan aman," tegasnya yakin.

Menurutnya, pasukan TNI juga akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian menjaga situasi keamanan.

"Kami dari TNI akan bersinergi dengan polisi dan tetap di bawah kendali kepolisian karena sifatnya adalah penegakan hukum," tandasnya.



(awd)