alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Film Karya Siswa SMK Global Jatitujuh Terima Penghargaan

Inin Nastain
Film Karya Siswa SMK Global Jatitujuh Terima Penghargaan
Muhammad Muhtar Wibawa (seragam sekolah) saat menerima penghargaan. Foto/Istimewa

MAJALENGKA - Menuai prestasi bukan jadi hal yang mustahil bagi pelajar di sekolah yang jauh dari kota besar. Hal tersebut seperti yang dibuktikan oleh para civitas di SMK Global, Jatitujuh.

Kendati lokasi sekolah jauh dari kota, bahkan bisa dikatakan pinggiran Kabupaten Majalengka yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu, mereka sukses membuktikan diri mampu berprestasi. Tidak tanggung-tanggung, prestasi yang mereka torehkan itu di level nasional.

Ya. Karya mereka mendapat pengakuan dari insan perfilman dalam event Gelar Karya Film Pelajar Tahun 2018. Berkat karyanya, mereka diganjar dengan penghargaan yang diberikan pada peringatan Hari Film Nasional 2019, Jumat (29/3/2019), oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.



"Karya anak-anak berjudul Buku Sampah, Alhamdulillah mendapat penghargaan pada peringatan Hari Film Nasional di Kemendikbud. Luar biasanya lagi, itu dihadiri Pak Wapres," kata salah satu pengajar yang membina mereka, Ali Mulyawan, saat berbincang dengan SINDOnews.

Penghargaan yang diraih para siswa SMK Global itu berawal dari event Gelar Karya Film Pelajar Tahun 2018. Dalam event itu, sekolah mereka mengirimkan dua karya, yakni film dokumentar 'Primitif to Educatif' dan film fiksi 'Buku Sampah.'

"Yang dokumentar itu masuk final. Lalu yang fiksi oleh juri dianggap layak mendapat penghargaan, yang diberikan kemarin itu. Untuk dewan juri, salah satunya Reza Rahadian," jelas dia.

Sementara, Buku Sampah bercerita tentang kehidupan pelajar dari dua latar belakang yang berbeda, keluarga ekonomi menengah ke atas dan ekonomi menengah ke bawah. Dalam film berdurasi 10 menit itu, siswa dari keluarga menengah ke bawah justru lebih unggul dalam hal prestasi dibanding rekannya yang berasal dari keluarga yang lebih beruntung dalam hal ekonomi.

"Yang dari keluarga ekonomi ke bawah ini dia memanfaatkan apa pun untuk belajar. Setiap kali nemu bahan bacaan seperti koran, sobekan buku, dia ambil untuk belajar," jelas sutradara Buku Sampah, Muhammad Muhtar Wibawa.

"Idenya ya dari kehidupan sehari-hari. Kan fenomena itu masih suka terlihat di sekitar kita," lanjut siswa kelas 12 jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Global itu.

Dalam hal produksi, dia mengaku film itu digarap sekitar dua bulan, dari mulai nol sampai siap tonton. Lokasi syuting di beberapa titik yang masih dekat dengan lokasi sekolah mereka. "Pemain-pemainnya ya teman-teman, ada dari pengajar juga. Saya juga ikut main. Waktu syuting memanfaatkan waktu luang, setelah pulang sekolah atau hari libur. Setelah ini, mau ikut Festival Film Pelajar Bandung 2019," jelasnya.



(zik)