alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lahan Menyempit, Sentra Peternakan Sapi Perah Digeser ke Selatan KBB

Adi Haryanto
Lahan Menyempit, Sentra Peternakan Sapi Perah Digeser ke Selatan KBB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna bersama salah seorang peternak sapi anggota KPSBU. Ke depan, Pemda KBB akan mengembangkan sentra peternakan sapi ke wilayah selatan yang lahannya masih luas. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Peningkatan populasi sapi perah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihadapkan pada persoalan semakin menyempitnya lahan dan keterbatasan pakan rumput.

Kondisi itu banyak ditemukan di sejumlah sentra peternakan sapi perah di Kecamatan Lembang, Parongpong, dan Cisarua.

"Kami berupaya untuk mempertahankan lahan yang ada sekarang, sambil terus menjalin kerja sama dengan pihak perkebunan agar lahan rumput tetap ada bagi pakan sapi," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna seusai menghadiri rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) di Lembang, Kamis (21/3/2019).



Dia mengemukakan, sebenarnya KBB masih memiliki lahan luas untuk areal tanaman rumput. Hanya saja areanya banyak terdapat di wilayah selatan. Sementara, lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) sudah sempit.

Di Kecamatan Sindangkerta dan Gununghalu ada lahan 2.000 sampai 4.000 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk lahan rumput bagi pakan sapi.

Untuk itu dengan semakin bertambahnya populasi sapi, ke depan pihaknya akan mengembangkan peternakan sapi perah ke wilayah selatan.

Termasuk juga akan mencari formula baru dengan mengembangkan rumput yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Namun tetap berpengaruh baik terhadap peningkatan produksi dan kualitas susu, serta daging yang berkualitas.

"Mau tidak mau harus digeser ke selatan, karena di Lembang memiliki keterbatasan lahan. Selain karena berada di kawasan konservasi juga menjadi daerah pengembangan pariwisata," ujar Bupati.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Unang Husni Tamrin menyebutkan, populasi sapi perah di Bandung Barat saat ini mencapai 38.900 ekor.

Sekitar 21.000 ekor milik peternak yang tergabung dalam KPSBU. Sementara untuk total produksi susu mencapai 200.000 ton/hari yang 140.000 tonnya disumbang dari KPSBU.

"Hasil produksi susu itu sebagian besar dijual ke pabrik susu, dipasarkan sendiri, juga ada yang diolah sendiri. Kalau untuk produksi susu sapi tahun 2018 tidak mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Unang.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif