alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kompetensi dan Karakter Baik Kunci Menangkan Persaingan di Masa Depan

Agus Warsudi
Kompetensi dan Karakter Baik Kunci Menangkan Persaingan di Masa Depan
Generasi milenial hadir dalam sosialisasi Genre di Kompleks Kencana, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Foto/Istimewa

BANDUNG - Generasi Berencana (Genre), merupakan bagian dari program keluarga berencana (KB) dengan fokus sasaran kepada generasi muda atau remaja.

Tujuannya, agar generasi milenial tumbuh, berkembang, dan memiliki perencanaan dalam menata masa depan serta siap membangun keluarga bahagia dan sejahtera.

Selain itu, agar generasi milenial saat ini memenangkan persaingan dan menjawab semua tantangan yang lebih berat di masa datang.



Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jabar Sukaryo Teguh Santoso saat hadir dalam sosialisasi program Generasi Berencana (Genre) di Kompleks Kencana, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (17/03/2019).

Dalam sosialisasi yang terselenggara atas kerja sama BKKBN dengan Komisi IX DPR itu, Sukaryo mengatakan, pada 2045, Indonesia genap berusia 100 tahun.

Dalam usia 100 tahun, Indonesia memasuki masa generasi Emas. Artinya, dari perspektif kependudukan, pada 2045 itu, 70% penduduk Indonesia merupakan generasi usia produktif.

Pada 2045, persaingan kualitas sumber daya manusia (SDM) antarbangsa akan sangat ketat. Untuk itu, dalam menghadapi tantangan dan persaingan itu, perlu persiapan. "Salah satunya, generasi milenial saat ini harus memiliki karakter dan kompetensi yang baik," kata Sukaryo.

Kepala BKKBN Jabar menuturkan, kompetensi yang baik merupakan kemampuan seseorang untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan karakter yang baik itu terkait akhlak, sifat, dan jiwa yang baik.

"Jadi ke depan, untuk memenangkan persaingan yang ketat itu, hanya bisa diperoleh dengan dua hal, komptensi dan karakter yang baik," ujar Sukaryo.

Selain Kepala BKKBN hadir pula Pembina Star Jabar sekaligus Forum PIKR Jabar dan Ketua Forum PIKR Kabupaten Bandung Wawan Wardiawan.

Dalam kesempatan itu Wawan menyatakan, masalah yang dihadapi remaja, di antaranya perilaku seks bebas. Konsekuensi dari perilaku negatif ini kehamilan di luar nikah. Kemudian, masalah penyalahgunaan narkoba dan gambar serta video porno, dan perilaku negatif lainnya.

"Substansi program Genre itu di antaranya, pertama kependudukan dan pembangunan keluarga. Kedua, kesehatan reproduksi, bagaimana remaja memahami organ reproduksinya. Ketiga, remaja memahami dalam mengembangkan kecakapan hidup (kompetensi). Keempat, remaja memiliki perencanaan hidup," tutur Wawan.

Wawan mengemukakan, yang perlu dipersiapkan untuk menatap masa depan, adalah perencanaan yang baik. Jika terencana, hidup ini terasa lebih mudah.

Seperti tagline BKKBN saat ini adalah, jika terencana, semua lebih mudah. "Istilah tersebut mengandung makna, bahwa hidup perlu perencanaan yang baik," ungkap dia.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif