alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kenakalan Remaja Berbahaya bagi Bangsa dan Negara

Agus Warsudi
Kenakalan Remaja Berbahaya bagi Bangsa dan Negara
Duta Genre Kabupaten Karawang hadir dalam kegiatan sosialiasi Genre. Foto/Istimewa

KARAWANG - Komisi IX DPR dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan sosialisasi pembangunan keluarga melalui Generasi Berencana (Genre) Ceria di Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Kamis (14/3/2019).

Acara yang dihadiri oleh para remaja dan orang tua ini dihadiri pula oleh Duta Genre Kabupaten Karawang Ahmad Novrian Hariz dan Indri Rahmawati.

Acara dibuka sambutan dari anggota Komisi IX DPR RI drg Putih Sari sekaligus mitra kerja BKKBN secara simbolis setelah beliau memberikan sambutan.



“Remaja Indonesia ini punya potensi menjadi pemimpin di masa depan. Remaja milenial, di tangan kalianlah bangsa Indnesia ini akan menjadi lebih baik atau sebaliknya," kata Putih Sari.

Oleh karena itu, ujar Putih, pemuda pemudi Indonesia harus baik dari sekarang. Program Genre ini ditujukan untuk remaja atau generasi milenial yang tengah memasuki masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa.

"Karena itu, remaja harus disiapkan untuk meneruskan perjuangan saat ini. BKKBN dan Komisi IX DPR hadir membawa program untuk remaja agar mereka terhindar dari perilaku negatif, seperti kenakalan,” ujar Putih.

Diding, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jabar mengatakan, Genre merupakan program khusus untuk remaja dari BKKBN untuk menciptakan remaja yang kuat dan terhindar dari kenakalan.

BKKBN terus menyosialisasikan program-program khusus untuk mengarahkan para remaja agar berkegiatan positif. BKKBN ingin para remaja mengetahui bahaya perilaku seks bebas, pernikahan dini, dan penyalagunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza).

"Ketiga hal yang barusan saya sebutkan itu (seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan napza) sangat berbahaya bagi remaja karena bisa merusak masa depan mereka. Secara luas, tiga perilaku negatif itu berbahaya bagi bangsa dan negara kita,” kata Diding.



(awd)