alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polrestabes Gelar Millenial Entrepreneur Expo di Depan Gedung Sate

Agus Warsudi
Polrestabes Gelar Millenial Entrepreneur Expo di Depan Gedung Sate
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema dan jajaran berfoto bersama seusai membuka Millenial Entrepreneur Expo. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Polrestabes Bandung menggelar acara Millenial Entrepreneur Expo di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung selama tiga hari sejak Kamis (14/3/2019) hingga Sabtu (16/3/2019).

Sebanyak 51 stan makanan, minuman, dan aneka produk memeriahkan gelaran ini. Pengunjung disuguhi aneka makanan dan minuman kekinian. Tak sedikit pula stan yang menyajikan kuliner tradisional khas Bandung. Tak hanya itu, pengunjung juga dihibur oleh life music yang dibawakan oleh band-band Kota Bandung.

Polrestabes Gelar Millenial Entrepreneur Expo di Depan Gedung Sate



Kegiatan ini juga menjadi bagian dari wisata di Kota Bandung. Karena kawasan Gasibu dan Gedung Sate merupakan lokasi strategis. Wisatawan yang berkunjung ke Gedung Sate bersejarah, dapat mencicipi kuliner khas.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, Millenial Entrepreneur Expo akan berlangsung selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu (14-16/3/2019).

Acara ini, kata Irman, merupakan rangkaian kegiatan Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas generasi muda di Kota Bandung. Sedangkan acara puncak MRSF akan berlangsung di Kota Bandung pada 24 Maret 2019 mendatang.

Millenial Entrepreneur Expo, bertujuan mengajak dan membuka wawasan generasi milenial Kota Bandung yang kreatif, inovatif, dan memiliki minat di dunia usaha.

"Generasi muda yang memiliki semangat berkarya di dunia usaha khususnya makanan, minuman, dan lainnya, kami beri wadah dengan membuka stan di acara ini," kata Irman seusai membuka acara.

Selain itu, ujar dia, MMI memberikan inspirasi bagi kaum milenial khususnya di Kota Bandung untuk belajar berwirausaha. Yang terpenting adalah, terjadi komunikasi sosial yang baik dua arah antara kepolisian dengan masyarakat, terutama generasi milenial.

"Komunikasi dua arah ini bisa menjadi sarana edukasi khususnya dalam bidang disiplin dan keselamatan berlalu lintas baik untuk diri pribadi maupun orang lain," ujar Kapolrestabes.

Irman menuturkan, generasi milenial merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang. Dengan wawasan ini, mereka akan termotivasi untuk disiplin dan berhati-hati dalam berlalu lintas serta tidak kebut-kebutan di jalan agar tak menjadi korban sia-sia akibat kecelakaan.

Berdasarkan data 2018, tutur Irman, sebanyak 200 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Bandung. Dari total kecelakaan itu, 40% lebih korban adalah generasi milenial. Tak sedikit dari korban kecelakaan tersebut meninggal dunia.

"Tahun lalu terjadi 200 kecelakaan lalu lintas. Padahal masa depan bangsa berada di tangan generasi milenial. Namun akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu ketidakdisiplinan dan tidak menaati aturan, mereka menyia-nyiakan hidupnya. Jadi target kegiatan ini adalah, edukasi MRSF tersampaikan dengan harapan dapat menekan atau menurunkan angka kecelakaan lalu lintas itu," tutur Irman.

Di bagian lain, Kapolrestabes Bandung meminta maaf kepada warga Kota Bandung karena selama tiga hari, Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate ditutup.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik dari Pemkot Bandung maupun Pemprov Jabar, terkait penutupan ruas jalan ini. Selama jalan ini ditutup, kami menyiapkan jalur-jalur alternatif," pungkas Irman.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif