alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dukungan Pemilih Golkar untuk Jokowi Tembus 71,3%

Agung Bakti Sarasa
Dukungan Pemilih Golkar untuk Jokowi Tembus 71,3%
Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi. Foto/Istimewa

BANDUNG - Kurang dari dua bulan jelang hari pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, dukungan pemilih Partai Golkar untuk pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) di Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan tren positif.

Bahkan, berdasarkan hasil survei terakhir yang digelar Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jabar, dukungan pemilih Golkar untuk Jokowi-Ma'ruf mengalami kenaikan tajam hingga menembus 71,3 persen dibandingkan hasil survei perdana yang hanya di kisaran 40 persen.

"Pertama kali memberikan dukungan kepada Pak Jokowi, angka partisipasi pemilih Golkar yang memilih Pak Jokowi baru 40 persen, survei kedua berubah sudah 52 persen, ketiga naik lagi menjadi 64 persen, dan sekarang sudah 71,3 persen," papar Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi seusai Rapat Koordinasi TKD Jokowi-Ma'ruf Jabar di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat 1 Maret 2019 malam.



Hasil survei internal yang menunjukkan kenaikan hingga lebih dari 71 persen itu menempatkan Golkar sebagai salah satu partai politik (parpol) pengusung Jokowi-Ma'ruf di posisi kedua setelah PDIP yang sukses menyumbangkan suaranya hingga 90 persen lebih.

"Jadi, artinya apa yang dilakukan selama ini cukup memiliki pengaruh. Sehingga, kalau (elektabilitas) Golkarnya terus mengalami kenaikan dan partisipasi pemilih terhadap Pak Jokowi dari Partai Golkar meningkat, maka ini semakin baik buat Pak Jokowi di Jabar," paparnya.

Dedi yang juga Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Jabar itu berharap, dukungan pemilih Golkar kepada Jokowi-Ma'ruf di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 terus meningkat. Di sisa masa kampanye yang tinggal sekitar satu bulan efektif ini, Dedi menginginkan Golkar menyumbangkan suara untuk Jokowi-Ma'ruf hingga 80 persen.

"Tetapi, elektabilitas Partai Golkar-nya juga harus meningkat karena hal itu akan berpengaruh terhadap kemenangan Pak Jokowi," jelas Dedi.

Demi mewujudkan harapan tersebut, kinerja mesin Partai Golkar harus terus ditingkatkan. Selain itu, sosialisasi Jokowi-Ma'ruf pun harus digenjot secara masif. Dedi menyebut, serangan darat dan udara akan dioptimalkan pihaknya demi kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Provinsi Jabar.

"Kinerja darat harus jalan, kan kinerja udara juga saya lakukan. Sehingga, tingkat pemberitaan Partai Golkar relatif baik, konten di media sosial juga baik," katanya.

Sebelumnya, Dedi mengatakan, arah dukungan pemilih Golkar di ajang Pilpres 2019 sudah jauh berbanding terbalik dibandingkan Pilpres 2014 kala Golkar mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dedi menjelaskan, masih adanya pemilih Golkar yang tidak memilih Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 tak lepas dari keputusan Partai Golkar mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Dia mengakui, masih ada pemilih Golkar yang belum 'move on'.

Dedi juga menekankan, persentase partisipasi pemilih Golkar untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu tak bisa dibandingkan dengan pemilih PDIP yang bisa dipastikan memilih Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Sebab, kata Dedi, sosok Jokowi sudah sangat terasosiasi dengan PDIP. "Karena Pak Jokowi pasti memiliki dampak politik bagi elektabilitas PDIP," tandasnya.



(zik)