alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Eks Kalapas Sukamiskin Disebut Minta Uang ke Fahmi untuk Perjalanan Dinas

Agus Warsudi
Eks Kalapas Sukamiskin Disebut Minta Uang ke Fahmi untuk Perjalanan Dinas
Andri Rahmat saat bersaksi dalam sidang suap eks Kalapas Sukamiskin di Pengadilan Tipikor Bandung. Hadir pula terdakwa Fahmi Darmawansyah. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Andri Rahmat, bekas orang kepercayaan terdakwa sekaligus terpidana Fami Darmawansyah, mengungkap beberapa fakta yang terjadi selama Wahid Husein menjabat sebagai Kepala Lapas Sukamiskin Bandung.

Selain pemberian mobil Mitsubishi Triton 4X4 double cabin seharga Rp440 juta, tas Luis Vuitton, separu boot, dan jaket, mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein juga disebut kerap meminta uang kepada Fahmi Darmawansyah untuk biaya perjalanan dinas.

Permintaan uang itu selalu dipenuhi oleh Fahmi karena diberi kemudahan dalam mendapatkan izin sakit dan izin luar biasa (ILB), serta kemudian fasilitas relatif mewah selama menghuni Lapas Sukamiskin.



"(Wahid) pernah minta uang ke Pak Fahmi. Tiga kali, 10 juta, 15 juta, dan 4,5 juta. Sering juga minta uang untuk makan di rumah makan. Pernah juga minta uang untuk perbaikan mobil," kata Andri yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (11/2/2019). Andri jadi saksi atas terdakwa Fahmi Darmawansyah yang juga hadir di persidangan.

Uang yang diberikan ke Wahid, tak semuanya milik pribadi Fahmi. Tetapi, ada juga uang yang diambil dari hasil komersialisasi bilik asmara dan renovasi kamar tahanan. Fakta di persidangan mengungkap bahwa untuk mendapatkan kamar 'idaman' narapidana bisa memesan terlebih dulu ke pihak lapas. Tentu saja dengan tarif tertentu dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Begitu juga renovasi menyulap kamar tahanan biasa menjadi mewah, harus mendapatkan izin dari pihak lapas. Tarif renovasi kamar tahanan plus fasilitas di dalamnya pun bertarif fantastis, antara puluhan hingga ratusan juta.

Renovasi kamar tahanan yang dikomersilkan tersebut dilakukan oleh narapidana di Lapas Sukamiskin. Pekerjaan itu dilakoni oleh Andri Rahmat, napipidana umum yang juga terdakwa dalam kasus suap izin keluar Lapas Sukamiskin.

"Itu uang renovasi," kata Andri saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) terkait ditemukannya uang dalam jumlah besar dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika saat petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin beberapa bulan lalu.

Andri mengaku membuka jasa renovasi sel tahanan di Lapas Sukamiskin selama tiga bulan. Untuk usaha itu, Andri diberi modal Rp50 juta oleh Fahmi Darmawansyah.

Untuk menjual jasa itu, Andri mengaku mendapat izin dari Wahid. "Saya bilang, Pak (Wahid Husein), saya mau beres-beres kamar (renovasi sel tahanan). Dia (Wahid) bilang jangan terlalu mewah," kata Andri.



(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif