alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Unjani Berkomitmen Cetak Industriawan Andal Peduli Lingkungan

Agung Bakti Sarasa
Unjani Berkomitmen Cetak Industriawan Andal Peduli Lingkungan
Ketua Jurusan Teknik Industri Unjani Cucu Wahyudin. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) melalui Fakultas Teknik Industri berkomitmen mencetak industriawan-industriawan andal yang peduli terhadap lingkungan.

Untuk mewujudkannya, Fakultas Teknik Industri Unjani selalu menanamkan prinsip-prinsip peduli lingkungan bagi seluruh mahasiswanya. Berbagai kegiatan yang bertema lingkungan pun rutin digelar, salah satunya Industrial Engineering 4.0 Festival (Interval).

Kegiatan yang mengusung tema 'Build Startup Business With Technology, Environment, and Human Culture' tersebut menekankan pentingnya kepedulian lingkungan di tengah masifnya perkembangan teknologi industri saat ini.



Terlebih, transformasi dunia industri manufaktur berpotensi sebagai salah satu penyumbang terbesar keberadaan sampah atau limbah lingkungan.

"Selain sebagai ajang pembekalan meningkatkan kemampuan para mahasiswa di dalam berwirausaha, salah satunya dengan mendirikan perusahaan dan industri kreatifnya nanti, mereka juga dituntut untuk semakin sadar dan mampu menghasilkan teknologi berbasis ramah lingkungan," jelas Rektor Unjani Witjaksono di Bandung, Senin (11/2/2019).

Ketua Jurusan Teknik Industri Unjani Cucu Wahyudin mengatakan, dalam kegiatan yang digelar Sabtu 9 Februari 2019 itu, para mahasiswa Fakultas Teknik Industri Unjani berkolaborasi dengan komunitas Sekolah Adiwiyata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, hingga berbagai komunitas pecinta lingkungan.

"Melalui Interval, mereka memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa SD, SMP, dan SMU se-Bandung Raya hingga masyarakat sekitar Kampus Unjani Bandung," katanya.

Cucu berharap, melalui Interval 4.0, lulusan Teknik Industri Unjani menjadi pribadi-pribadi yang peduli terhadap lingkungan. Terlebih, kata Cucu, sekitar 82 persen lulusan Fakultas Teknik Industri Unjani bekerja di industri manufaktur yang rentan mencemari lingkungan.

"Lewat internal ini, diharapkan di hati sanubarinya punya feel. Jadi, kalau pabrik mereka buang limbah, mereka sudah punya cara, sudah memikirkan bagaimana mengolahnya," jelas Cucu.

Selain menciptakan lulusan yang peduli lingkungan, melalui Interval 4.0, pihaknya juga berupaya menciptakan lulusan andal dengan keterampilan (skill) di bidang kewirausahaan. Tidak hanya itu, mahasiswa Teknik Industri Unjani juga dituntut bersosialisasi dengan masyarakat luas, seperti berbagai komunitas yang diajak berkolaborasi.

"Kalau di kelas mereka dapat teori-teori kewirausahaan. Di Interval ini, mereka mengimplementasikannya, mulai dari berkomunikasi dengan vendor, pemerintah, izin kepolisian, keamanan, dan lainnya. Sehingga, mereka punya skill kewirausahaan," katanya.

"Jadi, dengan tiga modal ini, yakni enterpreunership, kepedulian lingkungan, dan sosialisasi masyarakat, diharapkan anak-anak kami punya bekal yang cukup," lanjut Cucu.

Cucu menambahkan, bukti pihaknya selalu menanamkan kepedulian, yakni seluruh mahasiswa Teknik Industri Unjani sudah terbiasa membawa tumbler air minum. Menurutnya, kebiasaan yang sudah membudaya di kalangan mahasiswa Teknik Industri Unjani itu setidaknya mampu mengurangi sampah plastik.

"Di Teknik Industri, hampir semua mahasiswa bawa tumbler, lalu di setiap lab menyediakan air isi ulang, itu salah satu support program Pemkot Bandung Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah)," pungkasnya.

Istri Wali Kota Bandung Siti Muntamah Oded mengapresiasi Interval 4.0. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk mewujudkan komitmen Kota Bandung yang ramah lingkungan.

Terlebih, kata dia, melalui gerakan Kang Pisman, Pemkot Bandung menargetkan, dapat mengurangi sampah hingga 30 persen dari total produksi sampah Kota Bandung yang mencapai 1.500 ton per hari.

"Kegiatan seperti ini dapat meningkatkan komitmen pengelolaan sampah dari seluruh elemen masyarakat, salah satunya di lingkungan pendidikan jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan misi Bandung zero waste," katanya.



(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif