alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mayoritas Pesantren di Tasikmalaya Condong ke Jokowi-Ma'ruf

Jani Noor
Mayoritas Pesantren di Tasikmalaya Condong ke Jokowi-Maruf
Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Priangan Timur KH Yusuf Roni Romdoni (kanan kedua), Mustasyar (Dewan Penasihat PWNU Jabar), KH Basuni Kanali (tengah), KH Pepep Fuad Muslim, dan Ajengan Asep M Syams (kiri) di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jumat (8/2/201

TASIKMALAYA - Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Priangan Timur KH Yusuf Roni Romdoni memahami dinamika politik pesantren di Jawa Barat, terkait Pilpres 2019, terutama Tasikmalaya, begitu kompleks. Namun, di Pilpres 2019 ini diyakini lebih dominan ke Jokowi-Ma'ruf.

"Ya saya pastikan dominannya ke 01 (Jokowi-Ma'ruf). Kenapa ? karena ada sosok Kiai Mar'uf Amin. Itu alasannya," kata Yusuf, Jum'at (8/2/2019).

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Almujahidin Kota Tasikmalaya ini, perbedaan dukungan politik antarpesantren sesuatu yang lumrah. Namun, tampilnya KH Ma'ruf Amin menjadi alasan mayoritas pesantren condong ke paslon nomor urut 01.



"Memuliakan ulama sama dengan memuliakan Nabi. Nah siapa yang paling alim dari empat calon yang ada ? Ya Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujarnya.

Bagi mayoritas pesantren, tampilnya Kiai Ma'ruf Amin juga telah membekas di Tasikmalaya. "Dikaji secara keilmuan juga baik secara negara, ekonomi, dan lain sebagainya tetap kriterianya ada di 01," ucap Yusuf.

Kiai Yusuf pun mengungkapkan data pesantren yang masuk Forum Pondok Pesantren (FPP) di Kota Tasikmalaya sebanyak 264 Pesantren. Se-Priangan Timur sebanyak 1.250 yang 75 persennya dipastikan ke Kiai Ma'ruf Amin.

"Ya, ada juga yang ke Prabowo tapi masih banyak ke Jokowi karena ada Kiai Ma'ruf Amin tadi. Pesantren-pesantren tahu Kiai Ma'ruf Amin itu keturunan siapa. Yang jelas Syeikh Nawawi Albantani itu bukan hanya terkenal di Indonesia tapi dunia. Bagi yang pesantrennya ngaji Sapinah, Sulam Taufik dan Ta'lim Muta'alim sudah tahu ke mana dukungan diberikan," tuturnya seraya menjelaskan bahwa pesantren-pesantren pendukung Kiai Ma'ruf Amin memang tidak seperti soda, membeludak ke atas, tapi diam senyap bergerak ke masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Pasir Bokor Kota Tasikmalaya KH Pepep Fuad Muslim mengatakan tidak boleh menjadikan pemimpin yang tidak dikenal. Kiai Ma'ruf Amin adalah kader NU yang juga ketua umum MUI.

"Maka kurang apalagi, karena yang paling kuat keislamannya pasti Kiai Ma'ruf. Maaf saja kalau dites baca Alquran saja misalnya, saya kira semua tahu karena dalam Islam memilih pemimpin harus yang paham tentang Islam itu sendiri," kata Pepep.

Pepep juga sudah menggerakkan ribuan alumni pondok pesantren yang berdiri tahun 1930 ini untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di mana pun berada.

Salah satu Mustasyar (Dewan Penasihat) PWNU Jawa Barat KH Basuni Kanali yang kebetulan sedang berada di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya menegaskan sudah menjadi kewajiban pondok pesantren menghargai dan menghormati keturunan dan ilmunya Ulama.

Kiai Ma'ruf Amin, kata dia, sudah jelas cicit Syeikh Nawawi Albantani. "Jadi dengan mendukung saja sama dengan memuliakan. Maka jangan sembarangan menghina Kiai Ma'ruf karena dalam Islam juga tak boleh memilih pemimpin yang agamanya tidak benar. Jadi keliru kalau memilih orang yang tidak tahu Islam," tuturnya.

KH Basuni pun menerangkan bahwa kerap di masyarakat suka menganggap kiai dan pesantren jangan berpolitik. "Kiai Ma'ruf Amin ini memberi contoh ke kita bagaimana berpolitik berdasar Alquran dan Hadits, buka dengan hawa nafsu. Contohnya beliau tak pernah menawarkan diri tapi diminta oleh Jokowi. Dia tak memakai nafsu karena politik dengan nafsu, hukumnya haram," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Judaten Cihejo Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Ajengan Asep Muhamad Syams mengakui mayoritas pesantren di Tasikmalaya dukungĀ  Jokowi-Ma'ruf. Logikanya sederhana karena di Jokowi ada Kiai Ma'ruf, satu-satunya cawapres lulusan dan memiliki pesantren.

"Jadi logis karena Kiai Ma'ruf Amin seolah mewakili kelompok pesantren karena beliau memang ulama pesantren," ucapnya.



(zik)