alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Konglomerat James Riady Akui Bertemu Neneng Hasanah

Agus Warsudi
Konglomerat James Riady Akui Bertemu Neneng Hasanah
Konglomerat James Riady (mengenakan jas dan berkacamata) saat hadir sebagai saksi di sidang kasus suap Meikarta. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Konglomerat James Riady mengaku bertemu dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin karena diajak oleh pengembang Meikarta, Toto Bartolomeus.

Pertemuan itu dilakukan untuk menjenguk Neneng yang baru melahirkan. Selain Toto Bartolomeus, James mengaku datang ke kediaman Neneng bersama Billy Sindoro, yang juga salah satu petinggi di perusahaan pengembang Meikarta.

James diajak menjenguk Neneng oleh Toto saat dia datang ke Sales Office Meikarta. "Saya datang (ke Sales Office Meikarta) sore. Di sana ada Pak Toto. Beliau (Toto) minta izin jalan. Saya tanya mau kemana? Dia bilang mau ke Bupati karena baru melahirkan. Saat itu saya baru tahu kalau bupatinya (Bupati Bekasi) wanita. Lalu pak Toto mengajak saya menengok Bupati yang baru melahirkan. Awalnya saya menolak. Tapi karena dibujuk hanya untuk say hello, jadi saya ikut," kata James.



Pengakuan tersebut disampaikan James Riady saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Rabu (6/2/2019). James dipanggil sebagai saksi atas terdakwa Billy Sindoro, Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen, dan Taryudi.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yadyn kemudian menanyakan kepada James, apakah dalam pertemuan itu ada pembicaraan soal Meikarta antara Billy Sindoro, Bartholomeus Toto, dan Neneng Hasanah Yasin?

James mengaku tidak ada (pembicaraan terkait Meikarta). Dia, Toto, dan Billy hanya memberikan selamat kepada Neneng atas kelahiran anaknya.

"Saya tanya ada alasan lain ke sana ke pak Toto. Tapi kalau bilang soal itu (perizinan Meikarta) saya tidak cocok, dan belum tentu saya pergi ke sana," ujar dia.

Pertemuan itu, tutur James, hanya berlangsung selama sekitar 30 menit. Pembicaraan yang dibahas saat bertemu Neneng, hanya membahas seputar pendidikan anak karena posisi James sebagai Ketua Yayasan Sekolah Pelita Harapan.

"Memang pertemuan itu memang mendalam di ingatan saya, karena beliau (Neneng) didampingi anak laki-lakinya yang sangat aktif sehingga mengganggu pembicaraan. Saat itu banyak pembicaraan kami soal pendidikan karena saya dari pendidikan anak," tutur James.

James mengungkapkan, pertemuan dengan Neneng tersebut, merupakan satu-satunya. Sejak itu, dia tak pernah lagi bertemu dengan Neneng.

"Itu satu-satunya ketemu beliau (Neneng Hasanah). Kembali lagi, saya (selalu) ada acara mungkin ketemu. Tapi hanya satu-satu itu ke sana (rumah Neneng)," ungkap James.

Jaksa kembali menanyakan isi pembicaraan antara Billy Sindoro, Toto Bartolomeus, dan Neneng, James mengaku tidak ingat.

"Selain basa basi saya tidak ingat apapun. Yang banyak bicara saat itu Bupati, yang aktif Bupati. Saya banyak bicara ketika masuk soal pendidikan," ujar James.

Jaksa lalu membacakan isi dakwaan terhadap terdakwa Billy Sindoro bahwa dalam pertemuan di rumah Neneng itu Billy sempat memberikan gambar atau denah proyek Meikarta. "Apakah saksi sempat menunjukan gambar atau denah ke Bupati Neneng?" tanya jaksa.

"Saya nggak ingat itu terjadi," ujar James.

"Apakah saksi pernah membawa denah atau Toto atau Billy ke Bupati Neneng?" cecar Yadyn.

"Saya nggak inget itu. Seingat saya, tidak ada," tegas James.

Hakim Judijanto Hadilesmana pun menanyakan ada kepentingan apa dalam pertemuan itu. "Kepentingan apa? Biar jelas ini," kata hakim Judijanto.

"Pada saat itu lebih banyak spontan. Seorang ibu melahirkan, pejabat sibuk, punya anak, beban berat. Saya diajak saja," kata James.



(awd)