alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ACT dan Santri Husnul Khotimah Kuningan Gelar Konser Kemanusiaan untuk Palestina

SINDOnews
ACT dan Santri Husnul Khotimah Kuningan Gelar Konser Kemanusiaan untuk Palestina
Konser Kemanusiaan Palestina di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HK), Kuningan, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019) disambut antusias para santri. Foto/Istimewa/ACT

KUNINGAN - Konser Kemanusiaan untuk Palestina di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HK), Kuningan, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019) disambut antusias para santri. Meski hujan mengguyur, penonton yang didominasi 2.000 santri dan santriwati HK antusias mengikuti jalannya acara yang diwarnai gemuruh takbir serta kibaran bendera Indonesia dan Palestina.

Konser Kemanusiaan untuk Palestina ini  adalah salah satu rangkaian dari acara besar Ajang Remaja Berprestasi (Aresta) yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya oleh santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kepala Unit Pembinaan Santri Putra Ponpes Husnul Khotimah Ustaz Ghozali mengatakan, acara Aresta pada dasarnya adalah ide dari para santri yang bertujuan agar para santri bisa belajar berorganisasi. Namun, acara konser kemanusiaan adalah sesi yang paling ditunggu oleh keluarga besar pondok pesantren, karena konser kemanusiaan memiliki nilai positif bagi para santri, pun sebagai jawaban bagi mereka yang bimbang harus bagaimana jika ingin membantu Palestina.

"Konser Kemanusiaan untuk Palestina adalah hal yang ditunggu-ditunggu oleh keluarga besar pondok. Anak-anak punya ide ini dan kita mengapresiasi. Dan mudah-mudahan bisa berlanjut ke depannya. Karena kadang kita sebenarnya ingin membantu Palestina, tapi bingung harus bagaimana. Dengan adanya konser kemanusiaan ini, kita jadi punya wadah," jelas Ustaz Ghozali.



Muhammad  Usman Al Kautsar, sebagai penanggung jawab Konser Kemanusiaan Palestina mengatakan, tema Aresta 14 tahun ini adalah nasionalisme. Hal itu sejalan dengan tema yang sedang diangkat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) terhadap isu kemanusiaan Palestina yang bertajuk 'Indonesia Selamatkan Palestina'.

Ia mengatakan bahwa nasionalisme harus bisa diartikan bukan hanya terhadap bangsa sendiri, tetapi kepada siapa saja yang terjajah kemerdekaannya, apalagi kita masih satu akidah.

"Harapannya para santri bisa memiliki rasa nasionalisme. Nasionalisme yang bukan hanya dibatasi oleh teritori negara. Apalagi kita masih memiliki satu kesamaan, yakni kesamaan akidah," katanya.

Usman melanjutkan, konser kemanusiaan ini bukan hanya berorientasi pada terkumpulnya dana. Ini merupakan bentuk edukasi kepada mereka yang belum paham tentang isu Palestina.

"Ternyata masih banyak orang-orang yang belum mengerti tentang Palestina, contohnya seperti mana itu kawasan Al Aqsa, mana itu Masjid Kubah As-Shakrah. Banyak yang masih belum paham," kata Usman.

Konser Kemanusiaan untuk Palestina ini menampilkan musisi nasyid Ali Sastra dan Aleehya. Mereka pun sangat mendukung kegiatan positif seperti ini untuk terus digalakkan. Salah satu pengisi acara, Ali Sastra, mengatakan, bahwa sekecil apa pun jasa kita terhadap kemanusiaan, khususnya acara konser kemanusiaan ini adalah sesuatu yang sangat besar.
Konser Kemanusiaan untuk Palestina di Kuningan. Foto/Istimewa/ACT
"Sekecil apa pun kontribusi kita, itu akan sangat berarti bagi mereka, entah itu kita sebagai talent, EO, atau pun donator itu sendiri. Semoga kita mendapat balasan-Nya," ucap Ali Sastra.

Senada dengan Ali Sastra, salah satu personel Aleehya, Bayu, mengatakan, acara seperti ini harus diperbanyak dan berharap kerja sama konser kemanusiaan antara ACT dan Aleehya bukan yang pertama dan yang terakhir.

"Jadi selain ada kreasinya, ada seninya, tapi juga ada nilai kemanusiaannya. Harapannya ini bukan kerja sama kemanusiaan yang pertama dan yang terakhir."

Selain menyuguhkan lagu, Ali Sastra dan Aleehya pun ikut memandu jalannya proses penggalangan dana berupa lelang lukisan dan foto, komitmen, serta sunduk bersama Kepala Cabang ACT Cirebon Adi Nurdiansyah.

Ali Sastra dan Aleehya mengajak kepada penonton yang hadir untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina dengan berbagai cara, salah satunya dengan berdonasi. Lalu masing-masing bintang tamu diarahkan oleh Adi untuk memilih karya lukisan santri yang bertema Palestina, untuk kemudian dilelangkan.

Adi Nurdiansyah mengatakan, bahwa kini kondisi di Palestina sedang darurat energi, khususnya listrik yang berdampak pada terhentinya operasi sejumlah rumah sakit.

"Di Palestina, listrik menyala hanya sekitar empat jam saja dalam sehari. Dan bayangkan jika pasokan listrik benar-benar habis, yang menjadi korban adalah pasien-pasien yang dirawat," ungkap Adi di hadapan penonton

Ditemui di tempat terpisah, mantan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan, yang ikut hadir bersama istrinya, Netty Prasetiyani mengajak kepada masyarakat untuk membantu saudara kita di Palestina dengan apa yang kita bisa bantu, salah satunya dengan berdonasi melalui ACT.
Konser Kemanusiaan untuk Palestina di Kuningan. Foto/Istimewa/ACT
"Mari kita lihat dunia saat ini, ternyata di bumi Palestina masih ada penjajahan. Karena penjajahan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan, bahkan dalam konstitusi Indonesia, penjajahan itu diharamkan, harus dihapuskan di seluruh permukaan bumi ini," ujar Kang Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan.

Dari penggalangan dana tersebut, terkumpul dana Rp78.420.300 yang merupakan akumulasi dari sunduk, komitmen dan lelang, yang kemudian akan disalurkan untuk program Winter Aid dan bantuan energi melalui ACT.



(zik)