alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ACT Suplai 100 Ribu Liter Bahan Bakar ke 8 RS di Gaza

SINDOnews
ACT Suplai 100 Ribu Liter Bahan Bakar ke 8 RS di Gaza
ACT menyalurkan sebanyak 100.000 liter bahan bakar untuk rumah sakit di Gaza, Palestina. Foto/Istimewa/ACT

JAKARTA - Tak ingin penderitaan warga Gaza, Palestina kian bertambah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan bangsa Indonesia turut merespons cepat krisis yang berujung membahayakan sistem kesehatan di Gaza. Akhir Januari 2019, ACT telah menyalurkan sebanyak 100.000 liter bahan bakar untuk rumah sakit di Gaza.  

"ACT telah berkomitmen akan menanggapi situasi genting di Gaza. ACT bantu memasok bahan bakar untuk delapan rumah sakit di Gaza dengan berkoordinasi langsung dengan Mitra Kemanusiaan ACT, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza," ungkap Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) ACT.

Faradiba juga menyebutkan, bantuan bahan bakar dari Indonesia menyasar ke delapan rumah sakit umum yang tersebar di seantero Gaza, yakni Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, RS Kamal Adwan, RS Beit Hanoun, RS Al-Durra, RS Al-Harazeen, RS Shohada Al-Aqsa, RS Naser, dan RS European.



"Masing-masing rumah sakit menampung jumlah pasien berbeda. Tiga di antaranya biasa melayani lebih dari seribu pasien antara lain RS European dengan 1.600 pasien, RS Al-Shifa dengan 1.450 pasien, dan RS Naseer dengan 1.300 pasien," papar Faradiba.

Merunut fakta sebelum ACT melakukan aksi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza berada di ujung tanduk. Harga bahan bakar melambung tinggi, sedangkan suplai listrik untuk rumah sakit semakin terbatas.

Padahal, Gaza membutuhkan 500.000 liter bahan bakar per hari untuk pasokan listrik rumah sakit. Akibatnya, hampir seluruh rumah sakit di Gaza hanya mengandalkan bantuan bahan bakar dari sejumlah lembaga donor internasional, itu pun jumlahnya terbatas.

"Insya Allah, setelah mendapat bantuan bahan bakar, delapan rumah sakit itu bisa beroperasi selama dua pekan ke depan. Sehingga, suplai bahan bakar ini mampu melayani ribuan pasien di semua instalasi rumah sakit di sana," pungkas Faradiba.



(zik)