alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Jabar Persilakan Warga Laporkan Pengawas Tak Netral

Jani Noor
Bawaslu Jabar Persilakan Warga Laporkan Pengawas Tak Netral
Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

TASIKMALAYA - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah Dahlan mempersilakan masyarakat untuk melapor jika mendapati pengawas pemilihan umum (pemilu) yang tidak netral, terutama petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) karena pengawas TPS ujung tombak Bawaslu di TPS.

"Kami sangat terbuka, silakan sampaikan ke kami jika menemukan pengawas tidak netral. Ini sangat penting karena kriteria integritas dan netralitas syarat mutlak menjadi pengawas pemilu," kata Abdullh melalui Whatsapp, Senin (4/2/2019).

Menurut Abdullah, rekrutmen 138.050 pengawas TPS sangat tergantung pada pengawasan masyarakat juga. Sejak dini, Bawaslu Jabar meminta masukan terhadap calon-calon pengawas yang akan direkrut oleh Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan (PPK).



Karenanya, pihaknya tak akan berhenti meminta publik turut mengawasi karena netralitas sebagai syarat mutlak pengawas, selain pemahaman kepemiluan.

Abdullah pun mengatakan, rekruitmen pengawas TPS ini untuk memastikan struktur Bawaslu Jabar sampai tingkatan terbawah. Para pengawas TPS ini nantinya akan diberikan bimbingan teknis serta dipandu dengan berbagai instrumen dan metode kerja pengawasan.

Diketahui, Bawaslu Jabar membutuhkan sedikitnya 138.050 pengawas TPS untuk mengawasi Pemilu 2019 di Jabar. Mereka tersebar di 27 kota/kabupaten dengan pengawas terbanyak di Kabupaten Bogor dan terkecil Kota Banjar.

Pembukaan Pendaftaran dimulai pada 11-21 Februari 2019 di sekretariat-sekretariat Panwascam se-Jabar.



(abs)