alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Jabar Butuh 138.050 Pengawas TPS

Jani Noor
Bawaslu Jabar Butuh 138.050 Pengawas TPS
Anggota Bawaslu Jawa Barat, Wasikin Marzuki. Foto/SINDOnews/Jani Noor

TASIKMALAYA - Menjelang pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April 2019, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat terus menajamkan kerja pengawasannya.

Untuk mengawasi jalannya Pemilu di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), Bawaslu Jabar membutuhkan 138.050 orang untuk direkrut menjadi pengawas TPS.

Proses rekruitmen pun sedang dilakukan di tingkat kecamatan oleh Panitia Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan (Panwascam) yang secara formal dibuka mulai 11 sampai 21 Februari 2019.



Anggota Bawaslu Jabar Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Wasikin Marzuki mengatakan, Bawaslu Jabar membutuhkan pengawas TPS sebanyak 138.050 orang. Mereka akan ditempatkan di setiap TPS sesuai domisili.

"Rekruitmennya di Panwascam. Masa kerja 23 hari menjelang hari pencoblosan dan setelah pancoblosan," kata Wasikin, Senin (4/2/2019).

Menurut Wasikin, selain mengawasi proses pemungutan suara, pengawas TPS juga bertugas melaporkan hasil penghitungan suara ke tingkat pengawas di atasnya, termasuk melakukan pencegahan pelanggaran pemilu di wilayah TPS dan harus bersedia menjadi saksi jika ada sengketa pemilu.

"Usia minimal 25 tahun. Namun jika tidak ada, harus melakukan perpanjangan pendaftaran. Jika tidak ada lagi, akan ada diskresi dari Bawaslu seperti dulu dengan minimal usia 17 tahun," ujarnya.

Wasikin pun mengungkapkan,dari 130.050 pengawas yang dibutuhkan itu, paling banyak di Kabupaten Bogor berjumlah 14.952 orang dan paling sedikit di Kota Banjar sebanyak 634 orang.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Tamansari Kota Tasikmalaya, Abdul Gopur membenarkan rencana rekruitmen pengawas TPS tersebut.

Masa pendaftaran sejak 11-21 Februari, selanjutnya seleksi administrasi pada 16 Februari dan wawancara pada 16 sampai 21 Februari.

"Pelantikan 25 Maret dengan masa kerja sejak dilantik sampai 24 April atau sampai tujuh hari setelah hari pemungutan suara 17 april 2019," tuturnya.

"Bukan kami saja, tapi Panwascam se-Jawa Barat sedang persiapan. Bahkan mungkin se-Indonesia," ucapnya.



(abs)