alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ACT Berkomitmen Bantu Proses Mitigasi Bencana di Indonesia

KORAN SINDO
ACT Berkomitmen Bantu Proses Mitigasi Bencana di Indonesia
Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap Syuhelmaidi Syukur membuka Disaster Outlook 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (31/1/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA - Indonesia adalah negara yang rentan dengan ancaman bencana alam. Bukan hanya bencana geologi seperti gunung meletus, gempa bumi (tektonik dan vulkanik), dan tsunami, tapi juga bencana alam hidrometropologi semacam tanah longsor, banjir, hingga likuifaksi.

Senior Vice Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Syuhelmaidi Syukur menyatakan bahwa Indonesia perlu menyadari potensi bencana yang mengelilinginya.

"Kita harus lebih baik dalam semua aspek, khususnya bagaimana melihat potensi bencana pada 2019. Karena kita sadar dan paham bahwa Indonesia merupakan negeri yang kaya potensi sumber daya alamnya, namun besar pula ancaman bencananya," ungkapnya saat pembukaan forum Yayasan ACT dan Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) bertema 'Disaster Outlook, Meneropong Potensi Ancaman Bencana dan Upaya Mitigasi' di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin.



Syuhelmaidi menjelaskan, posisi Indonesia berada di dalam lingkaran besar, yakni di wilayah cincin api di tengah lempeng. Karena itu, negeri ini memiliki potensi besar bencana alam. Dia menjelaskan, tahun 2018 adalah tahun dengan pengalaman yang sangat luar biasa, karena ada tiga kejadian besar yang menimpa Indonesia.

Pertama, bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kedua, gempa, tsunami, dan likuifaksi yang menerjang Sulawesi Tengah. Terakhir, bencana tsunami Selat Sunda yang memorak-porandakan pesisir Banten dan sebagian wilayah Lampung.

"Kita sudah melihat bagaimana dampaknya ketiga bencana itu. Karena itu, ACT berkomitmen untuk membantu proses mitigasi bencana di Indonesia," ujarnya. (Baca juga: Tekan Jumlah Korban, Jabar Segera Miliki Cetak Biru Penanganan Bencana).

Syuhelmaidi pun mengingatkan agar Indonesia belajar proses mitigasi bencana sejak dini. Apalagi, negeri ini memiliki banyak ahli untuk membantu apa yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.

"Kami memiliki banyak ahli dan kampus yang konsen terhadap proses mitigasi bencana. Maka dari itu, semua stakeholder harus berpartisipasi dalam proses mitigasi bencana. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk konsen terhadap permasalahan negeri ini, terutama bencana alam dan bencana sosial. Sehingga, masyarakat Indonesia memiliki ketangguhan ketika menghadapi bencana," katanya. (Binti Mufarida)



(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif