alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Subang Melonjak

Didin Jalaludin
Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Subang Melonjak
Pasokan ikan di pasar tradisional Terminal Subang, minim. Akibatnya harga ikan laut melonjak. Foto/SINDOnews/Didin Jalaludin

SUBANG - Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah nelayan memilih tidak melaut untuk sementara waktu. Akibatnya, harga ikan laut di tempat pelelangan ikan (TPI) dan pasar tradisional di Kabupaten Subang melonjak atau rata-rata naik 25-30% perkilogram.

Yoyoh Kustriyoh (42) salah seorang Pedagang Ikan Pasar tradisional Terminal Subang mengatakan, beberapa hari terakhir pasokan ikan laut sangat minim. Di pasar tempatnya berjualan hanya menjual ikan coklat, bandeng, dan tongkol.

"Ikan tongkol yang semula hanya Rp20.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp26.000 per kilogram. Jika dirata-ratakan, kenaikannya mencapai 25% dari harga normal," kata Yoyoh, Kamis (31/1/2019).



Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang Engkus Kusdinar mengatakan, cuaca di laut memang sedang tidak bersahabat. Karena itu, pihaknya mengimbau nelayan untuk tidak melaut dan menunggu cuaca kembali setabil.

"Ombaknya tinggi, disertai angin kencang. Jika memaksakan melaut bisa bahaya. Jadi kami mengimbau agar jangan dulu melaut. Apalagi nelayan kapal di bawah 5GT (Groos Ton)," kata Engkus didampingi Kasie Pembinaan Nelayan DKP Kabupaten Subang Andirana Lesnanda.

Meskipun demikian, Engkus memastikan tidak melihat indikasi paceklik atau kondisi krisis pasokan ikan. Sebab, pasokan ikan masih terbantu dengan nelayan yang memiliki kapal besar di atas 10 GT.

"Ini adalah kondisi biasa dan akan kembali setabil. Setiap pasokan ikan laut kurang, harga pasti naik. Laporan dari TPI dan pasar ikan di Subang paling tinggi kenaikan harga ikan 30% dari harga biasa," ujar dia.

Pihaknya meminta para nelayan agar bersabar menghadapi cuaca yang tidak bersahabat tersebut. Apalagi di 2019 ini akan ada bantuan kapal kecil ukuran 3GT sebanyak tiga kapal.

Berdasarkan data, jumlah nelayan di Kabupaten Subang sebanyak 6.000 orang. Baik nelayan pribumi dan nelayan pendatang. "Tiap tahun Kabupaten Subang mendapat bantuan kapal dan pada 2019 ini akan ada bantuan kapal seperti 2018 lalu," tutur Engkus.



(awd)