alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2019, STKS Bandung Berubah Status Jadi Politeknik

Agung Bakti Sarasa
2019, STKS Bandung Berubah Status Jadi Politeknik
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama civitas akademika STKS Bandung dalam Dies Natalis ke-54 STKS Bandung, Rabu (30/1/2019). Foto/Istimewa

BANDUNG - Pada 2019, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung akan berubah status menjadi Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.

Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kementerian Sosial Harry Z Soeratin mengatakan, perubahan status ini memberikan sejumlah keuntungan.

Di antaranya, kata Harry, dapat menyelenggarakan program studi yang sejalan dengan kebutuhan Kementerian Sosial (Kemensos). Kemudian, lulusan diakui keabsahannya karena tercatat dalam Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).



Politeknik Kesejahteraan sosial juga dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi mulai dari jenjang sarjana, magister, sampai doktor terapan.

"Selain itu, dapat menyelenggarakan pendidikan profesi mulai dari profesi, spesialis satu, sampai spesialis dua dan jabatan fungsional dosen dapat mencapai guru besar (profesor)," kata Harry.

Saat ini, ujar dia, STKS Bandung memiliki tenaga pendidik atau dosen sebanyak 71 orang ditambah tenaga kependidikan sebanyak 78 orang.

Tenaga pendidik/dosen STKS Bandung terdiri atas lulusan S3 sebanyak 34 orang (49%) dan lulusan S2 sebanyak 37 orang (51%).

"Dari 34 dosen yang telah meraih gelar doktor 20 orang adalah lulusan pekerja sosial/kesejahteraan sosial. Selebihnya adalah lulusan dalam bidang pendidikan, sosiologi, psikologi dan kesejahteraan keluarga," ujar Harry.

Sementara mahasiswa aktif STKS Bandung pada 2018 sebanyak 1.606 orang, yang terdiri atas Program Studi Sarjana Terapan sebanyak 1.564 orang, Program Pascasarjana Spesialis-1, dan Program Studi Magister Terapan Pekerjaan Sosial sebanyak 42 orang.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif