alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suap Meikarta, Staf Dinas Bina Marga Jabar Akui Terima SGD90.000

Agus Warsudi
Suap Meikarta, Staf Dinas Bina Marga Jabar Akui Terima SGD90.000
Yani Firman (duduk keempat dari kanan) saat bersaksi di sidang suap proyek Meikarta. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Pengembang Meikarta tak hanya menggelontorkan miliaran rupiah ke Pemkab Bekasi, tetapi juga ke pegawai negeri sipil (PNS) di Pemprov Jabar.

Salah satu fakta penggelontoran uang "pelicin" tersebut diterima oleh Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang pada Dinas Bina Marga Pemprov Jabar Yani Firman saat bersaksi untuk terdakwa Billy Sindoro, Henry Jasmen, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi.

Di hadapan majelis hakim Tardi, Judijanto Hadilaksana, dan Lindawati, tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan penasihat hukum empat terdakwa kasus suap Meikarta, Yani Firman mengaku menerima uang sebesar SGD90.000 atau setara Rp950 juta dari terdakwa Fitradjadja Purnama, konsultan perizinan Meikarta.



Yani Firman juga menjabat sebagai staf sekretariat Kelompok Kerja (Pokja) Badan Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jabar ini mengungkapkan, Fitradjadja ikut rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jabar yang diketuai Deddy Mizwar, yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Jabar.

"(Fitradjaja) tidak menjanjikan. Tapi memberi uang dan saya terima SGD90 ribu dari Fitradjadja Purnama," kata Yani dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (28/1/2019).

Uang SGD90.000 tersebut diberikan Fitradjaja di sebuah kantin di Jalan Kalimantan, Kota Bandung pada Januari 2018. Sementara, rekomendasi dengan catatan (RDC) BKPRD Jabar terbit pada Desember 2017.

Awalnya, Yani tidak menghitung seberapa banyak uang itu. Namun setelah Fitradjaja menghubunginya melalui telepon agar segera menukarkan uang dolar Singapura ke mata uang rupiah, Yani baru tahu bahwa uang tersebut sangat besar.

"Setelah diberi, saya tidak langsung menukarkan uang itu. Saya ditelepon sama Pak Fitra. Terus saya tukarkan, saya terkejut ternyata besar sekali. Nilainya sekitar Rp950 juta. Kemudian saya hubungi Pak Fitra, pak ini besar sekali," ujar Yani.

Kemudian, tutur Yani, terdakwa Fitra menyuruhnya untuk membagikan uang tersebut ke beberapa orang yang terlibat dalam pembahasan rekomendasi pembangunan Meikarta di Badan Penataan Ruang Daerah (BKPR) Jabar.

"Namun saya tidak tahu harus dibagikan ke siapa. Saya sempat tanyakan ke Fitradjadja uang untuk apa? Katanya uang aman, simpan saja, begitu kata pak Fitradjadja. Akhirnya uang tersebut saya simpan di plafon rumah. Sekarang uang Rp950 juta itu sudah saya kembalikan ke KPK," tutur dia.

Yani kebingungan memanfaatkan uang tersebut. Dia menceritakan soal uang itu ke atasannya di Dinas Bina Marga Gumilar. Yani juga sempat meminjamkan uang Rp10 juta kepada kawannya dengan menggunakan uang pemberian Fitradjaja tersebut.

"Atasan saya bilang, ngapain, buat apa, balikin saja uangnya. Lalu saya hubungi lagi PPak Fitradjadja untuk pengembalian uang. Tapi pak Fitradjadja malah memastikan uang itu aman," ungkap Yani.

Anggota majelis hakim Lindawati menanyakan alasan Yani menerima uang dari Fitradjaja. Padahal patut diduga pemberian uang tersebut ada tujuan tertentu dari pihak pengembang.

"Mana mungkin penyerahan uang itu enggak ada apa-apanya? Patut diduga ada apa-apanya. Sehingga saudara saksi ketakutan menerima uang haram," ujar majelis hakim Lindawati.

"Iya bu. Saya sudah ingin kembalikan tapi ditolak sama pak Fitradjadja dan tidak membagi-bagikan uang itu ke siapapun," jawab Yani.

Keterangan Yani berbeda dengan berkas dakwaan jaksa KPK untuk terdakwa Billy Sindoro. Dalam dakwaan disebutkan, Yani Firman menerima uang SGD90.000 dari terdakwa Fitradjadja Purnama, Henry Jasmen, dan Taryudi pada November 2017.

Kemudian, setelah pemberian uang itu, pada 23 November 2017, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengeluarkan keputusan Nomor 648/Kep.1069-DPMPTSP/ 2017 tentang Delagasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif