alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Masyarakat Menengah Atas di Karawang Diminta Bayar Listrik Tepat Waktu

Nilakusuma
Masyarakat Menengah Atas di Karawang Diminta Bayar Listrik Tepat Waktu
Kepala Bappeda Karawang Asikin. Foto/SINDOnews/Nilakusuma

KARAWANG - Pemkab Karawang menyatakan surat edaran Bupati Karawang Cellica Nurachadiana yang berisi imbauan pembayaran rekening listrik pascabayar tepat waktu ditujukan kepada kalangan menengah ke atas.

Banyaknya konsumen listrik dari kalangan menengah atas yang mmenunggak pembayaran listrik dapat mengganggu pembangunan di Karawang. Namun surat edaran Nomor 973/7969/ Bapenda ini mengundang protes sejumlah masyarakat.

"Surat edaran ini awalnya karena permintaan dari PLN terkait tunggakan konsumen. Kita merespon ini dan mendukung permintaan itu karena membayar listrik adalah kewajiban. Namun surat edaran itu hanya berisi imbauan untuk masyarakat menengah ke atas. Nanti akan kami evaluasi kembali dengan pihak PLN," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang Asikin kepada wartawan di kantornya, Kamis (3/1).



Asikin mengatakan, surat edaran seperti itu sudah sangat biasa dilakukan. Beberapa kabupaten lain pun melakukan konsep sama, seperti Kabupaten Sragen, Depok, dan Indrmayu.

Surat edaran itu, ujar Asikin, hanya bersifat imbauan. Alasan kami melakukan ini karena untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pasalnya setiap pembayaran listrik terdapat Pajak Penerangan Jalanan (PPJ) sebesar 3% yang masuk ke kas daerah.

"Potensi PAD dari PPJ ini sangat besar yakni hampir Rp227 milar. Itu kami gunakan untuk penerangan jalan dan pembangunan lainnya," ujar dia.

Menurut Asikin jika ada masyarakat keberatan dan merasa tidak mampu untuk membayar listrik, Pemkab Karawang memberikan solusi dengan mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Kemudian, tutur Asikin, pemerintah akan menyampaikan hal itu kepada PLN setempat untuk diberikan keringanan. "Karena memang setiap bulan itu ada tunggakan sebesar Rp10 miliar," tutur asikin.



(awd)