alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Forkopimda Jabar Lepas Babinsa-Bhabinkamtibmas-Satpol PP Bagikan 2.000 Paket Sembako

Agus Warsudi
Forkopimda Jabar Lepas Babinsa-Bhabinkamtibmas-Satpol PP Bagikan 2.000 Paket Sembako
Forkopimda Jabar melepas personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP yang bertugas membagikan paket sembako ke masyarakat terdampak wabah COVID-19. Foto/Pendam Siliwangi

BANDUNG - Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar memberangkatkan ratusan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP untuk membagikan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak wabah COVID-19 di wilayah Bandung Raya, Subang, Cianjur, Purwakarta, dan Sumedang.

Upacara pelepasan ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

Pemberangkatan para Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk pemberian 2.000 paket sembako itu, dalam rangkaian kegiatan Siliwangi Peduli dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang kerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi Bandung.



"Kegiatan ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah COVID-19, khususnya di wilayah Bandung Raya, Subang, Cianjur, Purwakarta, dan Sumedang," kata Pangdam seraya mengajak pihak-pihak lain yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut peduli.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, bantuan sembako ini diharapkan menjadi bentu pemerataan bagi masyarakat terdampak wabah COVID-19.

Rudy mengingatkan agar bantuan diserahkan tepat sasaran, sehingga masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dapat menerimanya.

"Jumlah bantuan sosial yang didistribusikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP ini 2.000 paket dan 5.000 masker," kata Kapolda.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, upaya penanggulangan wabah COVID-19 ini ibarata perang. Semua yang mengaku warga negara Indonesia harus ikut bela negara.

Ada yang bela negara di garis depan yaitu para dokter dan tenaga kesehatan. Ada pula yang bela negara dengan harta, menyumbangkan bantuan buat darurat kesehatan atau ekonomi. Ada yang bela negara dengan ilmu membangun teknologi ventilator, VCR dan rapid test.

"Yang punya tenaga, bela negara dengan menjadi relawan dan sisanya adalah bela negara dengan disiplin karena musuh hadir dikerumunan. Ada kerumunan ada COVID, tidak ada kerumunan tidak ada COVID," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Dalam kondisi perang, ujar Kang Emil, ada tiga babak yang harus diwaspadai. Dua babak telah terjadi dan babak ketiga belum, dan diharapkan jangan terjadi.

"Babak pertama adalah darurat kesehatan sudah dan sedang terjadi, babak ke 2 adalah darurat ekonomi sedang terjadi, dan yang ke 3 darurat sosial politik jangan sampai terjadi," ujar Kang Emil.

Dalam darurat ekonomi, tutur Gubernur, Pemprov Jabar telah menyampaikan kepada masyarakat yang terdampak tidak lagi 40% menurut teori tapi sudah 63%. Sebesar 63% masyarakat yang mengalami darurat ekonomi ini tidak bisa semuanya ditanggung oleh negara.

"Karena itu, saya mengimbau mari geser pembatasan sosial menjadi solidaritas sosial. Siapa yang tangannya di atas, mari bergabung untuk membantu mereka yang tangannya sudah di bawah," tutur Gubernur.

Untuk memenangkan perang melawan COVID-19, gugus tugas sudah melihat hasilnya luar biasa, ternyata kuncinya adalah kebersamaan, satu komando, dan kekompakan.

Kang Emil mengungkapkan, berita-berita baik hasil Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah pasien di rumah sakit sudah turun 50%.

Kecepatan virus Corona menyebar sudah tinggal 1/3 dari sebelum PSBB. Ini berita-berita baik hasil kinerja Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Jabar dan menjadi kebanggan bersama.

"Hari ini kami melepas pasukan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP ini adalah memberikan pesan kepada rakyat, bahwa negara hadir dalam mengatasi masalah ini," ungkap Kang Emil.

Jika tak ada halangan dan gangguan pada pekan ini, kata Gubernur, seharusnya sesuai teori kesehatan, pada Juli, aktivitas bisa kembali normal.

"Per hari ini zona merah masih 50% sisanya ada zona kuning dan biru. Kami berharap bulan Juni semua sudah bisa zona biru sehingga kehidupan bisa 100% normal tapi dengan cara baru," pungkas Emil.



(awd)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak