alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Buron Korupsi KUR BNI Bandung Rp25 Miliar Dibekuk di Surakarta

Agus Warsudi
Buron Korupsi KUR BNI Bandung Rp25 Miliar Dibekuk di Surakarta
Ilustrasi/SINDOnews/Dok

BANDUNG - Didi Supriadi, terpidana kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) BNI SKC Bandung Rp25 miliar yang buron selama dua tahun, dibekuk di persembunyiannya di Surakarta, Jawa Tengah.

Didi divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi oleh hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung secara in absentia atau diadili tanpa kehadiran terdakwa, pada 2016 lalu.

Majelis hakim menyatakan Didi bersalah melakukan tindak pidana korupsi, memperkaya diri secara melawan hukum sehinga keuangan negara mengalami kerugian.

Koruptor ini dihukum pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Didi juga dihukum membayar uang pengganti Rp12,3 miliar lebih subsidair 5 tahun kurungan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Raimond Ali mengatakan, penangkapan terhadap Didi berhasil dilakukan setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Ini (penangkapan terhadap koruptor Didi Supriadi) berkat sinergi penegak hukum, Kejaksaan, KPK dan Polri," kata Raimond di kantor Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Jumat (9/11).

Raimond mengemukakan, saat ini tim dari Kejati Jabar, Kejari Surakarta, KPK telah membawa Didi ke Kota Bandung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Didi, ujar dia, kabur saat dalam proses penyidikan. "Langkah ke depan yang akan dilakukan Kejati, mengeksekusi putusan pidana penjara, denda, dan uang pengganti," ujar dia.

Kasus korupsi ini diselidiki oleh Kejati Jabar pada 2010 saat BNI mengucurkan KUR kepada PT Simpang Jaya II senilai Rp25 miliar. Didi dan PT Simpang Jaya II mengumpulkan proposal peternak untuk mencairkan bantuan terebut.

Hasil penyelidikan Kejati Jabar, proposal tersebut fiktif, namun dana KUR tetap dicairkan oleh BNI. Selain Didi, ada terdakwa lain dalam kasus ini, yaitu, dua pejabat BNI. Keduanya saat ini tengah menjalani pidana.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif