alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sanksi Dicabut, PT Jasa Medivest Kembali Layani Pemusnahan Limbah Medis

Agung Bakti Sarasa
Sanksi Dicabut, PT Jasa Medivest Kembali Layani Pemusnahan Limbah Medis
Instalasi pengolahan limbah medis milik PT Jasa Medivest. Foto/Istimewa

BANDUNG - Salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar PT Jasa Sarana, PT Jasa Medivest, kembali melayani jasa pemusnahan limbah medis menyusul pencabutan sanksi administrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah S Wahjusari mengatakan, pihaknya kini bisa bernapas lega pascapencabutan sanksi tersebut. Pencabutan sanksi, kata Dyah, sebagai buah upaya pihaknya melakukan konsolidasi dan komunikasi bisnis dengan para shareholder dan stakeholder.

"Satu hasil nyata, sanksi administratif PT Jasa Medivest resmi dicabut," ungkap Dyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2018).

PT Jasa Medivest merupakan satu-satunya perusahaan pengelolaan limbah yang fokus pada jasa pengelolaan limbah medis di Jabar. PT Jasa Medivest telah meraih penghargaan proper biru selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2013-2015.

"Alhamdulillah, PT Jasa Medivest bisa kembali beroperasi dengan kesiapan penuh untuk mengelola limbah medis. Tentu ini adalah momentum baik untuk salah satu anak perusahaan," ujarnya.

Rencananya, setelah kembali beroperasi, korporasi akan segera melakukan beberapa aksi lanjutan, di antaranya penerbitan izin Incinerator II Plant yang berlokasi di Dawuan, Kabupaten Karawang. "Sehingga PT Jasa Medivest dapat memusnahkan 24 ton limbah medis setiap harinya," sebut Dyah.

Direktur Utama PT Jasa Medivest Irwan Valevi menambahkan, pascapencabutan sanksi administrasi tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan dan seluruh stakeholder.

"Agar segera mendapatkan kontrak dan melayani pemusnahan limbah medis sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Dia memastikan, dalam menjalankan pengolahan limbah terpadu, PT Jasa Medivest juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 18001. Selain itu, Plant Dawuan dilengkapi ruang pembakaran bersuhu 1.000-1.100 derajat celsius dengan kontrol polusi udara.

Tidak hanya itu, mesin pembakaran juga mampu menetralkan emisi gas buang, seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, carbon, serta dioxin dan furan.

"Sehingga gas buang yang dikeluarkan memenuhi parameter yang ditetapkan oleh KEP-03/BAPEDAL/09/1995 dan standar baku emisi internasional," jelasnya.

Sebelum mendapatkan sanksi administrasi, PT Jasa Medivest melayani pelanggan yang mencapai lebih dari 1.900 perusahaan medis, sekitar 15 persennya merupakan perusahaan rumah sakit. Sebanyak 85 persen pendapatan perusahaan tersebut berasal dari pelanggan rumah sakit.

Diketahui, sanksi administratif tersebut berlaku sejak 15 Agustus 2017 pascapetugas pengawas Kementerian Lingkungan Hidup menemukan 1.000 ton timbunan limbah medis dan infeksius di tempat terbuka dan hanya ditutup terpal.

Selain itu, di gudang perusahaan petugas menemukan 475 ton limbah klinis dibungkus kemasan plastik klinis berwarna kuning, 100 ton obat kedaluwarsa, serta limbah medis lainnya yang telah disimpan sejak 2016.

Lewat sanksi administratif tersebut, PT Jasa Medivest tidak boleh menerima limbah dan wajib mengolah limbah yang sudah ada. Perusahaan juga diwajibkan memulihkan bekas lokasi timbunan limbah medis yang telah terkontaminasi.



(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif