alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gaet Wisatawan, Disparbud Gelar Gedung Sate Festival 2018

Agus Warsudi
Gaet Wisatawan, Disparbud Gelar Gedung Sate Festival 2018
Poster resmi Gedung Sate Festival 2018 yang dirilis Disparbud Jabar. Foto: ISTIMEWA

BANDUNG - Untuk menggaet lebih banyak wisatawan nusantara dan mancanegara datang ke Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar bakal menggelar Gedung Sate Festival (GSF) 2018 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, selama dua hari Sabtu-Minggu 16-17 November 2018.

Kepala Disparbud Jabar Ida Hernida mengatakan, GSF akan mempresepsikan Jawa Barat. Tujuannya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Jawa Barat, khusunya Kota Bandung sebagai lokasi gedung bersejarah, Gedung Sate.

"GSF yang diselenggarakan oleh Disparbud Jabar lebih menekankan pada produk-produk unggulan daerah, industri pariwisata, dan meningkatkan citra Jawa Barat," kata Ida.

Dia mengemukakan, pola manajemen penyelenggaraan GSF adalah dari pemerintah oleh masyarakat, kepada masyarakat. "Gelaran unggulan GSF adalah karnaval sebab Jawa Barat memiliki banyak budaya dan seni. Peserta karnaval GSF berasal dari seluruh elemen masyarakat Jawa Barat dari 27 kota dan kabupaten," ujar Kadis Parbud Jabar.

Selain karnaval, tutur Ida, festival ini di kolaborasi dengan berbagai unsur dalam bidang seni yang terdiri atas berbagai area festival danpertunjukan. Di area festival, akan berdiri panggung utama, panggung mini, area pameran dan eksibisi, area kuliner, dan lain-lain.

Selama acara berlangsung akan ditampilkan hiburan seni budaya tari, teater, film, pameran seni, puisi, musik rakyat, seni pertunjukan tradisional, musik modern, fusionart, beladiri, dan lain sebaginya.

"GSF satu-satunya festival yang berdasarkan skema public-private-partnership (PPP) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pelibatan komunitas dan sektor privat," tutur Ida.

Dia mengungkapkan, pola PPP memasukan berbagai elemen yang dibutuhkan dalam membangun suatu festival yang didedikasikan untuk penguatan ekonomi sektor pariwisata. Dalam pelaksanaannya diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat, juga akan menjadikan suatu tontonan menarik bagi masyarakat.

"Keunikan Gedung Sate Festival 2018 “GSF 2018” “GSF” adalah festival pertama di Indoensia yang digelar dengan penerapan pola manajemen PPP. Festival ini akan dijadikan agenda tahunan di Jawa Barat," ungkap dia.

Pada hari pertama, Sabtu 16 November 2018, GSF 2018 akan dibuka oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Setelah dibuka, karnaval budaya dan berbagai pertunjukan pun memeriahkan festival. Seperti pembagian door prize, hiburan dan lain-lain dari pagi sampai sore hari. Sedangkan pada malam sekitar pukul 19.00 WIB, dilaksanakan peluncuran Fishing Technology dan website Wonderful West Java.com.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, tampil musisi jazz Dwiki Darmawan & Friends,
Yura Yunita, Calvin Jeremy, Karinding Mania, Ita Purnamasari, Rita Tila, dan Syaharani. Menjelang tengah malam tampil The Rollies Reborn," tutur Ida.

Pada hari kedua, Minggu 17 November 2018, tampil sebagai pembuka hiburan grup vokal T-Five, kemudian Cultural Performance Galak Sinongnong art dengan Tema 100 Hari Pencapaian Gubernur. Pada sore tampil band Maliq and The Essential. "Sekitar pukul 21.15 WIB, launching Gurilaps Multimedia, Light Show, Cabaret. Peluncuran ini dimeriahkan dengan kehadiran Via Vallen. Penutupan festival dilaksanakan sekitar pukul 22.00 WIB oleh Gubernur," pungkas dia.



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif