alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ini Penyebab Puluhan Bidan Mengadu ke DPRD Majalengka

Inin Nastain
Ini Penyebab Puluhan Bidan Mengadu ke DPRD Majalengka
Ketua Komisi I DPRD Majalengka Dede Aif Musoffa. Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Curhat dan isak tangis puluhan bidan desa di dalam Ruang Sidang DPRD Kabupaten Majalengka hari ini berawal dari munculnya surat pada 2017. Surat dari Dinkes Majalengka itu berisi tentang surat tugas, karena sebelumnya mereka tidak memiliki payung dalam melaksanakan tugasnya.

"Terkait surat tugas yang muncul dari Dinas Kesehatan tahun 2017. Sementara mereka ada yang sudah bekerja sejak tahun 2010, 2011. Jadi dari 2010 sampai 2016 mereka magang. Artinya mereka tidak mendapat tugas dan aspek legal dalam kebidanan mereka," kata Ketua Komisi I DPRD Majalengka Dede Aif Musoffa, Selasa (6/11/2018).

Namun, munculnya surat tugas itu, jelas dia, tidak lantas mengakhiri permasalahan pada diri bidan. Sebab, sejak surat itu keluar, kesejahteraan mereka pun tidak terpenuhi.



"Cuma kan sejak mereka bertugas sejak (surat tugas muncul) 2017, aspek kesejahteraan mereka tidak dapat. Memang pernah dapat beberapa kali lah, Jaspel (Jasa Pelayanan) cuma hanya satu kali atau dua kali. Dalam surat tugas tidak dicantumkan nominal (besaran upah)," papar dia.

"Mereka memang membuat pernyataan. Isi salah satu pernyataan itu tidak boleh menuntut upah, tidak boleh menuntut jadi ASN. Kan aneh, surat tugas keluar, tapi ada pernyataan itu," lanjut dia.

Dia menjelaskan, munculnya surat tugas itu pun secara prosedur mengundang pertanyaan. Sebab, pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Majalengka tidak mengetahui terkait surat tugas tersebut.

"Kita mempertanyakan itu, karena BKPSDM tidak pernah mendapatkan surat itu. Sementara di dalam surat dicantumkan beberapa tembusan, di antaranya BKPSDM, sampai tingkat desa. Itu kan masalah," ungkap dia.

Sementara, terkait pengakuan sebagian bidan yang mendapat intimidasi, Dede menilai hal itu sebagai sesuatu yang ironi. Kendati begitu, Dede mengapresiasi keberanian mereka yang akhirnya nekat datang ke Kantor Dewan DPRD Majalengka.

"Sudah nggak musim sekarang orang intimidasi orang untuk bersuara di DPRD. Justru kita menganggap mereka sebagai kelompok yang pemberani, mereka mau melawan intimidasi dengan datang ke sini. Kita sangat salut. Sampai ke depannya, kita akan mendampingi mereka," jelas dia.



(zik)