alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

HIPMI Jabar Bantah Kabar Musda Karawang Abaikan Status Siaga COVID-19

Agung Bakti Sarasa
HIPMI Jabar Bantah Kabar Musda Karawang Abaikan Status Siaga COVID-19
Ketua Umum BPD HIPMI Jabar periode 2020-2023, Surya Batara Kartika (kedua dari kanan) membantah kabar miring Musda XVI HIPMI Jabar abaikan status siaga COVID-19. Foto/Dok/HIPMI Jabar

BANDUNG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat membantah kabar yang menganggap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XVI HIPMI Jabar di Karawang, 8-11 Maret 2020 mengabaikan status siaga virus Corona atau COVID-19.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari para kader HIPMI Jabar yang gerah dengan pemberitaan tendensius yang telah mencapai level nasional, terutama yang dibawakan oleh akun-akun sosial media yang cenderung bersifat entertainment.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jabar periode 2020-2023, Surya Batara Kartika menegaskan, pihaknya perlu memberikan klarifikasi terkait penyelenggaraan Musda Karawang, agar semua pihak memahami bahwa penyelenggaraan Musda Karawang tidak mengabaikan status siaga COVID-19 yang ditetapkan pemerintah.



Surya menegaskan, Musda XVI Hipmi Jabar dilaksanakan sekitar satu minggu sebelum adanya peningkatan awareness COVID-19 secara umum yang diikuti imbauan untuk melakukan self distancing oleh Pemprov DKI Jakarta yang kemudian disusul oleh Pemprov Jabar. (Baca juga; Tertekan secara Psikologis, 11 Anggota HIPMI KBB Minta Segera Dites Covid-19)

"Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa Musda HIPMI Jabar ini adalah acara yang legal dengan perizinan yang sesuai prosedur serta pada pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik sektor privat, publik maupun pemerintah mulai dari level Pemkab Karawang, Pemrov Jabar hingga Pemerintah Pusat," tegas Surya kepada SINDOnews, Jumat (27/3/2020).

Menurutnya, kronologi tersebut tentunya bertentangan dengan pemberitaan yang tidak valid yang menempatkan seolah-olah pelaksanaan Musda XVI HIPMI Jabar di Karawang diselenggarakan tanpa mempertimbangkan situasi siaga COVID-19 di Tanah Air.

"Hal ini pun kami nilai sangat kontra-produktif terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat serta tidak memiliki spirit solidaritas dan persatuan," tegasnya lagi. (Baca juga; Pasien PDP Corona Pertama di Indramayu Meningga Dunia)

Oleh karenanya, lanjut Surya, Hipmi Jabar mengimbau semua pihak dapat mencurahkan perhatiannya untuk melakukan upaya yang lebih produktif, di antaranya segera melakukan self-assessment/self-diagnose terhadap pribadi dan lingkungan sekitar guna mendeteksi dini gejala paparan Covid-19 seperti yang telah dilakukan oleh Hipmi Jabar.

"Hasil kuesioner self-diagnose yang telah diisi oleh 716 responden (97%) yang hadir pada Musda Karawang menunjukkan hampir 80% responden merasa sehat tanpa gejala dan hanya sebagian kecil yang mengalami batuk flu ringan," ungkapnya.

Hasil tersebut, menurutnya cukup valid mengingat per hari ini telah menyentuh lebih dari 16 hari pasca Musda Karawang, sehingga dapat dianggap telah melewati masa observasi, walaupun masih tetap diimbau untuk self isolating hingga dinyatakan negatif COVID-19.

Lebih lanjut Surya mengatakan, menyusul adanya indikasi sejumlah tamu undangan Musda Karawang yang berstatus Covid-19 (sejauh ini berjumlah 7 orang yang hadir hanya pada acara pembukaan), pihaknya telah mengerahkan segala upaya dengan bantuan berbagai pihak, terutama Pemprov Jabar untuk fokus mencari peta persebaran Covid-19 melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 kepada para peserta musda.

Hingga saat ini, telah dilakukan beberapa kelompok test dimana tes tahap pertama yang dilaksanakan 25 Maret 2020 terhadap 25 senior Hipmi Jabar, kelompok yang secara empirik terbukti paling sensitif terhadap paparan virus ini, menunjukkan hasil negatif COVID-19 pada semua peserta tes.

Dengan fasilitasi dari Dinas Kesehatan Pemprov Jabar serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota masing-masing, Kamis 26 Maret 2020 kemarin juga telah dilaksanakan tes serupa di Kota Bogor, Kabupdate Bogor, Kabupaten Bandung Barat bagi peserta Musda Karawang dimana hasil tes sudah dirilis sebagian dan semua peserta tes menunjukkan hasil negatif COVID-19.

"Hasil ini tentunya sangat melegakan bagi semua pihak, dan HIPMI Jabar memohon doa agar hasil tes peserta musda dari kabupaten/kota lain yang telah dijadwalkan dalam satu pekan ke depan tetap menunjukkan hasil negatif COVID-19," harapnya.

Surya menekankan, dengan mempertimbangkan fakta-fakta di atas, HIPMI Jabar mengimbau seluruh pihak dan elemen masyarakat untuk menigkatkan solidaritas dan menangkal pemberitaan-pemberitaan miring atau negatif, baik terkait Musda XVI HIPMI Jabar di Karawang maupun terkait anggota HIPMI Jabar yang menjadi peserta musda tersebut.

Dia menegaskan, penangkalan isu negatif ini sangat mendesak untuk dilakukan mengingat mulai adanya kerugian material dan immaterial yang telah dirasakan oleh Hipmi sebagai organisasi dan kerugian tersebut sangat ditayangkan oleh para kader HIPMI di tingkat kabupaten/kota di Jabar yang saat ini sudah dengan tertib dan disiplin menjalani self isolating dan social distancing.

"Keluhan para Kader terbaik HIPMI bahwa status ‘ODP Dinkes’ yang menjadi seolah ‘DPO Polres’ dinilai menaikkan tingkat stress yang justru membahayakan kesehatan para kader Hipmi ini," tegas Surya.

Dengan segala kerendahan hati, tambah Surya, HIPMI Jabar juga memohon doa, dukungan, dan kerja sama seluruh pihak agar kita dapat saling menguatkan untuk fokus menghadapi pandemi COVID-19 serta memitigasi krisis-krisis yang mengiringinya, termasuk potensi krisis ekonomi global.

"Kesemuanya adalah tantangan eksternal yang kita yakin mampu lawan jika terlebih dahulu kita mampu menaklukan tantangan internal untuk tetap memelihara soliditas dan solidaritas bangsa," tandasnya.



(wib)

preload video